Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pengungsi Longsor di Ngetos Keracunan: Mi Ayam Positif Berformalin

20 Februari 2021, 12: 26: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Keracunan

LEMAS: Salah pengungsi yang mengalami keracunan massal dilarikan ke Puskesmas Ngetos, Kabupaten Nganjuk kemarin malam. Total ada 44 pengungsi yang harus mendapat perawatan medis karena mengeluh mual, sakit perut, dan lemas. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Puluhan pengungsi korban bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos mengalami keracunan makanan pada Kamis (18/2) malam. Diduga kuat hal itu terjadi lantaran mereka mengonsumsi mi ayam siap saji yang mengandung formalin pada sore harinya.

Merespons kejadian sekitar pukul 22.00 tersebut, Polres Nganjuk langsung menerjunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Petugas mengumpulkan sampel mi, sayuran, kuah, saus, kecap, dan bumbu minyak untuk dilakukan security food test (SFT). Uji keamanan tersebut dilakukan oleh tim ahli dari RS Bhayangkara Nganjuk.

“Indikator formaldehyde berada di angka 10. Artinya, makanan tersebut mengandung bahan berbahaya formalin,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin pagi.

Harvi menjelaskan, tim ahli tidak hanya memeriksadengan indikator formaldehyde saja. Namun ada tiga indikator lainnya. Antara lain menggunakan tes kandungan arsenik, sianida, dan nitrit.

Hasil pemeriksaan arsenik, sianida, dan nitrit dari mi bermerek Tunggal Rasa tersebut nol. Artinya, mi tidak mengandung tiga bahan berbahaya itu.

Keracunan

Kronologi Kejadian (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Klik link untuk menonton video Keracunan di Pengungsian Longsor Ngetos - Radar Kediri TV

“Kandungan formalin itu yang kami duga kuat menjadi penyebab keracunan,” lanjutnya.

Kandungan formalin, jelas perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu, ditemukan pada mi, saos, dan kecap. Atas hasil itu, Harvi langsung menginstruksikan satreskrim untuk mencari tahu pengirimnya.

Dari data yang tercatat di posko, mi dikirimkan oleh paguyuban mi ayam Surabaya pada Rabu (17/2) lalu. Dua pengirim membubuhkan nama dan nomor telepon kepada petugas posko.

Keduanya lelaki berinisial P dan S. Harvi pun meminta anggotanya untuk langsung menjemput kedua orang tersebut untuk diperiksa. “Kami telah melakukan profiling. Data awal yang kami dapatkan mereka berdomisili di Sidoarjo dan Malang,” terang pria berkacamata tersebut.

Untuk diketahui, total ada 44 orang yang mengalami keracunan makanan dan harus mendapat perawatan medis. Mereka mengeluhkan mual, diare, pusing, dan lemas. Tiga di antara puluhan pengungsi tersebut terpaksa dirujuk ke RSUD Nganjuk. Mereka adalah Lutfiatun, 36; Purwanto, 22; dan Sunarsih , 22.

Selain ketiganya, Arif Firmansyah, 30, seorang anggota TNI AL yang menjadi relawan juga terpaksa dirujuk ke RS Bhayangkara. Semuanya merasakan gejala yang hampir sama. “Saya merasakan mual dan sakit perut mulai pukul 00.30,” aku Ceplok, 60, salah satu pengungsi yang memakan mi sekitar pukul 16.00.

Perempuan tua itu lantas dibawa anaknya ke Puskesmas Ngetos untuk mendapat perawatan. Beberapa jam mendapat penanganan, dia menyebut kondisinya sudah lebih baik.

Bagaimana dengan pengungsi lain yang sama-sama mengonsumsi mi ayam di kemasan kertas itu? Mayoritas dalam kondisi baik. Sebagian di antaranya mengeluh sakit perut dan harus bolak-balik buang air besar (BAB). Tetapi, mereka tidak sampai mual dan lemas usai mengonsumsi mi yang relatif pedas itu.

Pantauan koran ini, hingga Jumat (19/2) dini hari kemarin tim satreskrim masih terus mengumpulkan sejumlah barang bukti. Selain sampel mi ayam, mereka juga mengamankan peralatan memasak mi yang sudah dipasangi garis polisi.

Klik link untuk menonton video Keracunan di Pengungsian Longsor Ngetos - Radar Kediri TV

Kronologi:

-Ratusan pengungsi korban bencana tanah longsor mendapat bantuan mi ayam

-Mereka mulai mengonsumsi mi ayam dalam kemasan cup kertas mulai pukul 16.00

-Mulai pukul 22.00 para pengungsi mengeluh sakit perut, mual, dan lemas

-Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Ngetos untuk mendapat perawatan, tiga lainnya dirujuk ke RSUD Nganjuk

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news