Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Relokasi Korban Longsor Ngetos: Siapkan di Lahan Perhutani

19 Februari 2021, 13: 09: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

Relokasi

TEMPAT RELOKASI: Lahan milik Perhutani di selatan Polsek Ngetos direncanakan menjadi tempat relokasi warga terdampak longsor. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, Pemkab Nganjuk mulai menyiapkan lahan relokasi untuk para korban terdampak longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos kemarin. Lokasi yang dipilih adalah lahan milik Perhutani Desa Ngetos.

Lahan tersebut terletak di selatan Polsek Ngetos. Adapun luasnya sekitar lima hektare (ha). Lahan bakal lokasi relokasi tersebut tercata berada pada Petak 184A.

Lokasi lahan di timur jalan raya itu berjarak sekitar lima kilometer dari titik longsor. “Alhamdulillah lokasinya masih berada di Desa Ngetos juga,” ujar Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat kepada koran ini kemarin.

Seperti diketahui, ada ratusan warga terdampak bencana longsor. Mereka terdiri dari 54 kepala keluarga (KK) di dusun tersebut. Puluhan KK warga tersebut telah didata oleh tim Pemkab Nganjuk.

Kapan dilakukan relokasi? Novi menjelaskan proses relokasi diperkirakan akan memakan waktu sekitar 4-5 bulan. Selama menunggu relokasi, warga terdampak akan menempati hunian sementara yang disiapkan Pemkab Nganjuk. “Lokasinya (hunian sementara, Red) masih akan dikoordinasikan lebih lanjut,” terang bupati muda itu.

Setelah memastikan akan merelokasi warga, Novi berujar pemkab akan segera memproses izin pinjam pakai kawasan hutan ke Perhutani. Terkait anggaran relokasi, pembangunan rumah, serta infrastruktur, menurut Novi bersumber dari APBD Pemkab Nganjuk, APBD Provinsi Jatim, dan dana kementerian.

Bahkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga mendorong upaya relokasi tersebut segera dilakukan. “Kami sangat mendukung rencana tersebut. Segera buat rencananya agar segera kami koordinasikan,” tutur Muhadjir saat mengunjungi lokasi bencana pada Selasa (16/2) lalu.

Sementara itu, Novi menegaskan, tanah korban longsor akan tetap menjadi hak warga yang bersangkutan. Pemindahan dilakukan karena lokasi tempat tinggal warga memang daerah rawan. “Berdasar evaluasi BPBD Jatim, tanah di sekitar lokasi termasuk rawan bencana,” jelas Novi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news