Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Nursalim, Sukses Bangun Prestasi Madrasah di Kediri

18 Februari 2021, 21: 41: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

Nursalim

Nursalim

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Akhir 2016 lalu menjadi awal sejarah baru bagi Nursalim. Kepala madrasah yang dulu memimpin MTsN 2 Kota Kediri ini menjadi kepala di MAN 2 Kota Kediri. 

Di bawah kendalinya, banyak perubahan yang terjadi di madrasah yang dulu bernama MAN 3 Kediri ini. Paling menonjol, tentu saja, prestasi para siswanya. Semakin berkelas. 

Selain itu juga perubahan fisik gedung madrasah. Semakin representatif, kokoh dan megah. Ornamennya juga mirip dengan yang ada di Masjid Nabawi.

Awal tahun ini, tepatnya Rabu (17/2), Nursalim dipercaya memimpin MAN 2 Kota Kediri untuk kedua kalinya. “Alhamdulillah, berdasarkan penilaian kinerja kepala madrasah (PKKM) dan assement saya mendapatkan nilai sangat baik. Sehingga saya kembali dipercaya menjadi kepala MAN 2 Kota Kediri,” ucapnya, mengawali percapakapan.  

Saat awal memimpin, Nursalim mengaku berat. Saat itu ia berfokus pada penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di MAN 2 Kota Kediri. “Saya berusaha keras untuk mengubah cultur dan mindset guru dan tendik (tenaga kependidikan, Red) di lingkungan madrasah. Karena ini akan berdampak besar pada kemajuan madrasah,” akunya. 

Selain itu Nursalim juga memperbaiki tata kelola keuangan. Dilakukan dengan tepat guna, berdaya guna, serta transparan.

Semua pemangku kepentingan di madrasah ini diajaknya me-review visi, misi, dan tujuan MAN 2 Kota Kediri. Hampir setahun setelah itu akhirnya tersusun visi MAN 2 Kota Kediri. Yaitu mencetaklulusan yang ‘Istithoah’, akronim dari Islami, sehat, terampil, inovatif, tanggung jawab, humanis, optimistis, andal, hebat bermartabat.

Visi tersebut menggunakan kajian panjang. “Goal kami adalah siswa harus berahklatul karimah dan memiliki keterampilan abad 21,” harap pria yang sempat study visite di Juensuu Finlandia ini.

Hasilnya langsung terasa. Dari tahun ke tahun prestasi siswanya meningkat. Bila awalnya 87 prestasi per tahun kini mencapai 128 prestasi. Hal itu juga berimbas pada prestasi madrasah secara umum. Pada 2019 lalu  mereka menjadi nomor dua dalam ujian nasional berbasis komputer (UNBK) kelompok madrasah aliyah.

Pada 2020 tidak ada UNBK. Namun prestasi mereka dapat dilihat dari ujian tulis berbasis komputer (UTBK), yang digunakan juga untuk seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).

“Alhamdulillah, MAN 2 Kota Kediri menjadi best 1.000, yakni urutan 279 dari 6.391 SMA, MA, dan SMK se-Indonesia. Serta peringkat 36 se-Jawa Timur,” jelasnya. 

Siswa-siswa MAN 2 Kediri pun tersebar di kampus-kampus ternama. Selain di PTN favorit juga di sekolah kedinasan. Banyak siswanya yang diterima di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), mendapat beasiswa di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), hingga Universitas Pertahanan. Tahun lalu bahkan ada enam siswa yang menembus kampus luar negeri. 

”Ada tiga anak diterima di Turki dan tiga anak diterima di Mesir,” jelasnya.

Nursalim sendiri juga meraih beberapa prestasi mentereng. Dia mendapat penghargaan Satya Yasa Cundamani dari Wali Kota Kediri selama tiga tahun berturut-turut. Penghargaan untuk warga kota yang memberikan dedikasi kepada Kota Kediri. 

Nursalim juga menjadi anggota tim penyusun regulasi Dirjen Pendis Kemenag. Juga menjadi narasumber berbagai webinar tingkat nasioanal. “Alhamdulillah, melalui kompetisi riset dapat membawa nama harum Kota Kediri di kancah nasional dan internasional,” ungkapnya.

Pada periode kedua ini Nursalim berkomitmen untuk terus mencetak prestasi dan prasasti untuk MAN 2 Kota Kediri. “Lulusan MAN 2 Kota Kediri harus memiliki karakter yang kuat, prestasi yang hebat serta berkompetensi skill abad 21. Yakni critical thinking, creativity, colaboration ,dan communication atau 4-C,” jelasnya. 

Tahun-tahun ke depan Nursalim akan memperkuat quality issurance di MAN 2 Kota Kediri. Mulai dari rekrutmen calon peserta didik, proses pembelajaran, hingga sistem ujian. “Untuk proses pembelajaran kami akan bawa ke level metakognitif. Sedangkan dalam ujian kami akan desain soal ujian dengan kualifikasi hinger order thinking skill (HOTS),” pungkasnya. (p1/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news