Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Kiper Legenda Persik Kediri Ini Masak 10 Kg Beras Sehari, Buat Apa?

18 Februari 2021, 16: 08: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

JUAL PECEL: Wahyudi, kiper legendaris Persik Kediri.

JUAL PECEL: Wahyudi, kiper legendaris Persik Kediri. (Anwar Bahar Basalamah - Radar Kediri)

Share this          

KEDIRI - Kepiawaian Wahyudi di bawah mistar tidak perlu diragukan lagi. Selama menjadi kiper, pria kelahiran 4 April 1978 itu kerap melakukan penyelamatan-penyelematan penting. Namun, saat berada di dapur, Wahyudi juga tidak kalah ‘garang’.

Mantan penjaga gawang Persik di musim 2006 itu rupanya juga memasak. Setiap siang, dia harus menyiapkan nasi pecel yang dijual di depan rumahnya di Lingkungan Botolengket, Kelurahan Bujel, Mojoroto, Kota Kediri. “Jadi saya sendiri yang masak,” kata Wahyudi.

Setelah pensiun, Wahyudi dan istrinya memang membuka warung nasi pecel. Karena sang istri berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN), Wahyudi yang menyiapkan semua masakan. “Ya dari nasi, sayur, sambal pecelnya sampai jenang grendul,” ungkapnya.

Wahyudi mengaku, setiap hari mempersiapkan sekitar 10 kilogram (kg) beras. Dia mulai memasak sekitar pukul 12.00. Dua jam berikutnya, masakan sudah siap untuk dijual. “Saya buka warung mulai jam empat (sore, Red),” kata pria yang kini jadi asisten pelatih kiper Persik Kediri ini.

Tak kurang dari lima jam, Wahyudi mengakui warung pecelnya sudah ludes diserbu pelanggannya. Sekitar pukul 20.00, warung sudah tutup. “Makanan habis. Termasuk jenang grendulnya,” ujarnya.

Selama ini, Wahyudi bisa membagi waktunya dengan melatih sepak bola. Sebelum berangkat latihan, dia sudah mempersiapkan semua dagangannya. Jadi begitu latihan, warung nasi pecel siap dibuka. (baz)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news