Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Hujan Deras, Kota Kediri Banjir, Ini Peringatan BMKG

18 Februari 2021, 14: 41: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

Banjir kediri

DORONG YUK DORONG!: Beberap bocah mendorong mobil yang mogok saat melintasi genangan air di Jalan Jayabaya Kota Kediri kemarin. (Rekian - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Problem banjir sesaat yang selalu terjadi di beberapa wilayah Kota Kediri harus segera mendapat jalan keluar secepatnya. Setidaknya untuk jangka pendek, pihak terkait bisa mengurangi terjadinya banjir setiap kali hujan turun. Sebab, kondisi itu sangat dikeluhkan warga.

Seperti kemarin, baru satu jam hujan mengguyur, beberapa tempat sudah digenangi air. Seperti di perempatan Retjo Penthung, Jalan Jayabaya, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Kilisuci, dan Jalan Pattimura. Air bersumber dari luapan drainase.

Tatang, 59, penjaga toko di sekitar lokasi, perempatan Retjo Penthung menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Jika tak kunjung berhenti, air bisa menggenang hingga ketinggan lutut orang dewasa. Selama belum surut, banyak kendaraan yang mogok. 

Banjir kediri

Titik banjir Kota Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radar kediri)

“Karena sudah tahu di sini selalu banjir saat hujan, harusnya ada solusi untuk menyelesaikan masalahnya,” keluhnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri kemarin.  

Upaya pencegahan yang pernah dilakukan selama ini, menurut Tatang, adalah melakukan pengerukan dan pendalaman drainase. Sayangnya, cara tersebut belum berhasil menyelesaikan masalah secara total. 

Sebagai penjaga toko di sekitar area yang banjir, pria ini berharap agar pemerintah bisa menuntaskan masalah genangan air tersebut. “Masa setiap hujan selalu banjir seperti ini?” ucapnya dalam nada tanya. 

Banjir yang terjadi itu memang merepotkan. Ketika air semakin tinggi kendaraan yang melintas banyak yang mogok. Baik itu sepeda motor maupun mobil. Anak-anak yang bermain di genangan air beberapa kali terlihat membantu mendorong kendaraan yang macet di tengah banjir.

Kemarin, banjir terjadi dari perempatan timur Pasar Setonobetek hingga perempatan Retjo Penthung. 

“Selalu banjir seperti ini, padahal hujan baru satu jam,” keluh Sumardi, salah satu pedagang yang berjualan di pinggir Jalan Pattimura. 

Laki-laki berusia 56 tahun ini mengaku merasa heran, karena setiap hujan jalan yang menjadi tempatnya berjualan selalu tergenang air. “Semoga segera ada tindakan dari pemerintah,” keluh Sumardi.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Apip Permana mengaku, genangan di perempatan Retjo Penthung itu tidak seperti banjir di daerah lain seperti Nganjuk. “Sebentar juga sudah surut,” kilahnya. 

Apip belum bisa memberi penjelasan upaya jangka panjang penanganan banjir di sana. Karena hilir drainase itu ada di sungai Brantas maka upaya jangka pendek Pemkot Kediri mencegah banjir di perkotaan adalah menyusuri sungai. 

“Dari penulusuran itu, ada enam outlet yang perlu dinormalisasi dan tiga dibersihkan,” katanya. 

Dari hasil penelusuran itu pula, Apip mengaku, tim mendapati tumpukan sampah di pinggir sungai. Penumpukan sampah itu bisa mengganggu saluran air.

Terpisah, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Nganjuk M Chudori meminta warga tetap waspada dan lebih berhati-hati. Dari Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Choduri menyampaikan, prakiraan cuaca di Kota Kediri untuk esok (hari ini, Red) masih dilanda hujan lebat. 

“Potensi banjir level waspada,” ucap Chudori yang membawahi kawasan Karisidenan Kediri ini. Sementara itu, hujan akan terjadi pada waktu siang sampai sore hari.(rq/ara/fud)

Titik-Titik Langganan Tergenang 

Perempatan Retjo Pentung

Jalan Pattimura 

Jalan HOS Cokroaminoto

Jalan Kilisuci

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news