Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Events
icon featured
Events
Dialog Jumat Radar Kediri

Hukum Transaksi Jasa Antar Barang Online

29 Januari 2021, 14: 43: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

Dialog Jumat Radar Kediri

Dialog Jumat Radar Kediri (radar kediri)

Share this          

Assalamualaikum wr wb, kami ingin menanyakan hukumnya membeli barang (atau makanan) melalui jasa pengiriman online tanpa transaksi langsung dengan penjualnya. Sebab pengantar barang mendapat harga diskon, sementara pembeli tetap membayar sesuai harga standar barang.

(Ika, 085234958xxx)

Jawaban:

Waalaikumsalam wr wb.  Sekarang ini fenomena bisnis online dengan memanfaatkan teknologi internet sudah menjadi budaya baru dalam masyarakat. Untuk memajukan bisnis dan mendapatkan keuntungan yang diinginkan, para pelaku bisnis sudah banyak yang melakukan promosi dan menjual barangnya melalui internet.

Bukan hanya itu, peluang bisnis baru dengan adanya teknologi internet telah banyak bermunculan belakangan ini. Salah satunya adalah jasa layanan pesan antar makanan secara online. Jasa layanan ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat yang punya kesibukan tinggi sehingga tidak perlu membuang waktu untuk membeli makanan yang dibutuhkan.

Selain itu, layanan ini juga menguntungkan bagi masyarakat yang suka berwisata kuliner tanpa perlu repot keluar rumah. Apalagi cara pesan makanan melalui jasa layanan ini sangat mudah dan cepat. Pengguna jasa layanan ini dapat memesan makanan dengan harga tertentu di mana biaya pembelian makanan ini akan dipinjami dulu oleh penyedia jasa atau kurir pengantar makanan.

Pada prinsipnya segala bentuk  transaksi baru dalam Islam hukumnya boleh selama tidak mengandung hal-hal yang dilarang, seperti perjudian, ketidakpastian, riba, dan merugikan salah satu pihak. Dilihat dari transaksinya, dalam jasa layanan pesan antar makanan ini ada dua macam transaksi. Pertama, transaksi qard/pinjaman, yaitu  pihak penyedia jasa memberikan pinjaman uang kepada pembeli untuk membayar makanan dan akan dikembalikan setelah pesanan makanan diterima. Kedua, transaksi ijarah/sewa jasa, yaitu pihak penyedia jasa menyewakan jasanya untuk mengantar makanan sesuai dengan pesanan dari pembeli dengan biaya jasa yang telah disepakati sebelumnya. Dengan demikian, jasa layanan ini memberikan kemudahan bagi kedua belah pihak tanpa ada pihak yang dirugikan. Apalagi di kota-kota besar yang sering terjadi kemacetan lalu lintas, maka jasa layanan makanan ini sangat dibutuhkan dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya tanpa harus mengorbankan waktu dan tenaga.

Wallahu A’lam. (Dr H Imam Annas Mushlihin MHI, dosen fikih dan ushul fikih IAIN Kediri)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news