Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Perjuangan Mulyono Kenalkan Durian Khas Slumbung - Kandangan

Eman karena Dijual Murah ke Tengkulak

23 Januari 2021, 23: 58: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

Durian slumbung

SEMANGAT: Mulyono menunjukkan pohon durian di belakang rumahnnya di Dusun Slumbung, Desa Mlancu, Kandangan. (KAREN WIBI - radar kediri)

Share this          

Siapa mengira dusun yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang ini menjadi terkenal. Itu berkat Mulyono, kepala dusun, yang mengenalkan durian khas daerahnya. Dusun yang dulu sepi kini ‘hidup’ kembali.

KAREN WIBI, Kabupaten, JP Radar Kediri

Tidak ada yang menyangka, dusun di ujung timur Kabupaten Kediri ini menjadi terkenal. Bukan suasana alamnya yang sejuk maupun pemandangan yang memanjakan mata. Namun gara-gara buah duriannya. 

Seperti di tanah tempat tumbuhnya, namanya sesuai nama dusun. Yakni durian Slumbung. Buah primadona asal Dusun Slumbung, Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan ini merupakan durian lokal yang memiliki cita rasa khas yang sulit ditolak oleh lidah.

Siapapun yang datang ke daerah tersebut pasti tahu. Desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang ini banyak ditanami buah durian oleh warga lokal. Pohonnya sudah tampak sepanjang jalan utama. Sehingga akan mudah bagi mata pengguna jalan di sana untuk melihat pohon durian berjajar. Meski posisinya tak beraturan. 

Tetapi tak semuanya berbuah. Ada di antara pohon tersebut yang nihil buah. Ada pula yang masih berbuah kecil. Sebagian lain, ada buah yang sudah mulai matang di pohon. Tergoda aroma buah berduri itu, beberapa tupai tampak saling berebut untuk mencicipi durian khas Mlancu ini.

Dari postur buahnya, buah durian lokal ini tidak begitu besar. Tidak seperti durian montong. Atau tidak begitu manis seperti durian musang king atau durian bawor. 

Namun durian khas Mlancu ini mampu membawa cita rasa yang unik. Rasa unik tersebut adalah rasa manis yang tercampur dengan rasa pahit. Ditambah dengan tekstur sedikit lembek yang membuat durian ini diminati banyak pencinta buah beraroma menyengat tersebut.

“Biasanya kalau lagi panen raya, kampung sini jadi kayak pasar,” ungkap Mulyono yang merupakan kepala dusun (kasun) Slumbung. 

Dia bercerita, di dusunnya ditanami banyak tanaman buah. Namun yang paling dominan adalah durian. Bahkan jumlahnya mencapai ribuan pohon. “Kalau dihitung-hitung itu mungkin ada sekitar 20 ribu pohon durian,” ungkap pria yang juga memiliki bisnis mebel ini.

Lebih hebatnya lagi, mayoritas pohon durian yang memiliki tinggi hingga 30 meter ini berumur lebih dari satu abad. Pohon-pohon durian tua di Mlancu itu sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Turun-temurun sejak orang tua bahkan kakek-neneknya. “Sudah ada sebelum saya lahir,” ungkap Mulyono.

Jika musim panen, sebanyak 20 ribu pohon durian itu mampu menghasilkan 4 hingga 5 ribu buah per hari. Kendati begitu, tetap tidak cukup banyak untuk seluruh pengunjung yang tiap hari datang ke dusun tersebut. “Jadi kalau tidak pesan dulu pasti kehabisan,” ucapnya.

Maklum saja, dusun yang terletak di Kecamatan Kandangan ini sudah menjadi tempat wisata. Tepatnya wisata khas petik durian. Namanya kondang, orang biasa menyebut dengan Kampung Durian Slumbung-Kediri.

Kemegahan nama Kampung Durian Slumbung-Kediri ini tidak terlepas dari perjuangan Mulyono. Putra daerah Slumbung tersebut adalah orang yang mengenalkan durian khas daerahnya ke khalayak luas.

Hal tersebut bermula dari cita-citanya yang ingin memajukan daerahnya. Mulyono melihat potensi Slumbung yang sejak dahulu sudah memiliki lahan kebun durian luar biasa luas. Namun mayoritas dijual ke tengkulak dengan harga yang relatif rendah dari harga pasaran. 

“Setelah itu saya punya niat ingin mengenalkan durian dusun ini,” ungkapnya penuh semangat.

Mulyono lantas mengikuti beberapa pameran dan lomba durian. Awalnya, hasilnya nihil. Walau begitu, dia tak patah harapan. Mulyono terus mencoba. Dengan harapan dirinya dapat mengenalkan durian khas dusunnya. 

Akhirnya, keringat yang ia kucurkan membuahkan hasil. Pada tahun 2016, Mulyono mampu menyabet juara 2 festival durian di Medowo, Kandangan. Lomba yang diadakan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri itu menjadi titik awal terkenalnya durian khas Mlancu. 

“Saya itu tidak mengira, tiba-tiba ditelepon bahwa durian saya menang,” ungkapnya sambil tersenyum kecil.

Sejak saat itulah dusun yang dulunya sepi jadi kian ramai. Terutama ketika bulan Januari hingga Februari. Banyak pelancong datang. Tak hanya orang biasa, pejabat, hingga dari semua kalangan berjubel untuk mencari buah durian khas Slumbung. “Tidak ada yang mengira,” pungkasnya.(ndr)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news