Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Durian di Kediri: Musim Terburuk, Pohon Nihil Buah

23 Januari 2021, 15: 52: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

Durian

Durian Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

Petani durian di Kabupaten Kediri harus gigit jari pada musim ini. Banyak pohon tak berbuah. Bunganya berguguran tak bersisa. Hasil panen merosot.

Sejumlah desa di Kabupaten Kediri memiliki potensi besar penghasil buah durian. Bahkan dinas pertanian dan perkebunan (dispertabun) sampai menggelar lomba untuk menguji kualitas rasa khas lokalnya.

Di antara varietas yang cukup tersohor adalah durian asli Desa Medowo Kecamatan Kandangan. Kemudian, durian Slumbung di Desa Mlancu Kecamatan Kandangan. 

Lalu, durian Gapu (Gadungan Puncu) dari Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, dan durian khas Mojo di area pegunungan Wilis. Sayang saat musim durian kali ini, hasil budidaya petani kurang bagus. Banyak yang terpaksa gigit jari gara-gara tak panen. 

Pohon durian yang biasanya bisa menghasilkan ratusan buah sekali musim tidak terjadi musim ini. Pasalnya, curah hujan terlampau tinggi. Bunga durian yang bakal menjadi buah berguguran. Sehingga banyak pohon tak berbuah.

“Musim ini zonk (kosong),” ungkap Agus Wintiyono, 43, petani durian asal Desa Medowo, Kandangan. Kebun duriannya sepi pengunjung. Bukan karena sedang pandemi Covid-19, namun karena pohonnya nihil buah.

Padahal musim lalu, sangat ramai pengunjung ke kebun. Banyak wisatawan datang membeli duriannya. Beberapa tengkulak pun mengambil darinya. “Dulu habis tahun baru (Januari) itu pasti ramai. Sampai Februari malah lebih ramai,” kenangnya.

Dari perhitungan Agus, sebanyak 30-an pohon yang ditanamnya hanya satu pohon yang buahnya sedikit lebat. Sisanya tidak ada buah sama sekali. Kalaupun berbuah bisa dihitung jari. “Itu cuman ada daunnya saja,” akunya.

Sementara pada musim lalu, satu pohon umur produktif bisa menghasilkan 300 hingga lebih dari 500 buah. Harganya pun bervariasi. Sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 120 ribu. “Di sini ada 15 pohon yang besar. Lainnya masih kecil tapi sudah mulai berbuah,” ungkap petani yang juga peternak sapi perah itu.

November tahun lalu, menurutnya, pohon berbunga normal. Namun karena hujan berlebih, bunga yang hendak jadi buah berguguran. “Padahal akhir tahun itu sudah lebat sekali,” ungkapnya sembari menyatakan panen musim ini menjadi yang terburuk.

Kalaupun ada buah, perkembangannya tidak maksimal. Banyak yang diserang lalat buah. “Sering juga dimakan bajing (tupai),” ujar Agus sembari menunjuk pohon berbuah 2 durian yang berlubang digerogoti bajing.

Hal serupa diungkapkan Mulyono, 40, petani durian Dusun Slumbung, Desa Mlancu, Kandangan. Kebun pohon duriannya juga gagal panen. Ia memperkirakan karena pengaruh cuaca yang ekstrem. Imbasnya banyak pohon tak berbuah.

“Curah hujan terlalu berlebih di sini. Itu bunga yang gugur bisa setebal lima sentimeter (cm),” papar petani yang juga kepada dusun (kasun) 

Selama musim durian kali ini, Mulyono mengungkapkan, tidak bisa memanen buahnya. Padahal normalnya di musim lalu buah yang ia panen bisa mencapai 700 biji per hari. 

“Sekarang sudah tidak ada. Kalau ada rasanya jadi anyep (hambar, Red)” terangnya. Mulyono menambahkan bahwa dahulu pernah ada pohon yang dalam sekali musim bisa menghasilkan 1.250 buah.

Kasun yang membangun desa wisata petik durian di Dusun Slumbung ini mengatakan, di dusunnya ada 20 ribu pohon durian. Semua tanaman tersebut sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. “Banyak yang sudah berumur 100 tahun,” bebernya.

Dari 20 ribu pohon itu, per hari satu dusun mampu menghasilkan 4 ribu hingga 5 ribu buah. Semua durian tersebut bisa ludes dalam satu hari. “Wisatawan yang ke sini (Slumbung) pasti ramai. Seperti pasar saja,” urainya. 

Sementara itu, perkiraan petani yang gagal panen karena curah hujan tidak sepenuhnya benar. Sebab, ada beberapa faktor lain yang juga bisa mempengaruhi.

Ini seperti diungkapkan Kasi Budidaya Pascapanen dan Kesehatan Tanaman Dispertabun Kabupaten Kediri Syamsul Hidayah. Menurutnya, curah hujan bisa jadi salah satu penyebab. Pasalnya, gagalnya pohon untuk berbuah memiliki sebab yang kompleks. “Tidak bisa langsung menyalahkan curah hujan saja,” ucapnya.

Syamsul menyatakan, ada banyak penyebab mengapa durian tidak mau berbuah. Dia membaginya menjadi dua. Yakni, masalah langsung dan tidak langsung. “Masalah langsung itu seperti cuaca,” katanya. 

Sedangkan untuk masalah yang tidak langsung, Syamsul menyebut, seperti nutrisi, hama penyakit, dan umur atau ukuran pohon. “Kalau masalah langsung ya pasrah. Tetapi kalau tidak langsung masih bisa diperbaiki,” ungkap pegawai dispertabun ini ketika ditemui di kantornya.

Untuk cuaca, lanjut Syamsul, curah hujan yang berlebih bisa saja berakibat fatal bagi tanaman durian. Terutama saat terjadi penyerbukan. Ini karena air yang berlebih menyebabkan serbuk sari tidak bisa melakukan pembuahan. “Biasanya itu (serbuk sari, Red) menjadi gumpalan lalu rontok,” ungkap pria 46 tahun itu.

Nutrisi sendiri, menurut Syamsul, berhubungan dengan jenis dan cara pemakaian pupuk. Ada banyak pupuk yang jika salah penggunaan malah berakibat fatal. 

Selanjutnya adalah hama penyakit. Itu seperti beberapa jenis jamur dan serangga. Masalah hama penyakit bisa diselesaikan dengan penggunaan insektisida dan fungisida. 

Terakhir adalah ukuran dan umur pohon. Syamsul mengungkapkan, banyak pohon yang masih belum cukup umur dan ukuran yang berbuah. Hasilnya buah yang masih kecil akan rontok. “Hal tersebut dapat ditangani dengan memotong sebagian atau keseluruhan calon buah,” terangnya.

Syamsul menduga beberapa masalah yang dihadapi petani durian di Desa Medowo dan Slumbung karena faktor curah hujan. Namun, ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan ada masalah lainnya. “Dari balai penyuluh lapangan (BPL) masih belum cek lokasi,” imbuhnya.(c4/ndr)

Ragam Durian di Kabupaten Kediri 

Durian Lokal

Rasa manis sedikit pahit

Ukuran buah kecil. Rata-rata maksimal 5 kilogram (kg)

Kulit berwarna hijau atau kuning

Daging buah kuning

Tekstur lembek

Durian Bawor

Rasa manis legit

Ukuran buah maksimal 15 kg

Kulit berwarna kuning

Daging buah kuning atau oranye

Tekstur punel

Durian Musang King

Rasa manis legit (paling manis di antara jenis lain)

Ukuran buah kecil. Rata-rata maksimal 5 kg

Kulit berwarna hijau atau kuning

Daging buah kuning

Tekstur punel

Durian Montong

Rasa kurang manis.

Ukuran buah maksimal 15 kg

Kulit berwarna hijau atau kuning

Daging buah kuning pucat

Tekstur lembek

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news