Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
icon-featured
Features

Ibu Jadi Buruh Tani, Keluarga Anang Soetomo Masih Prasejahtera

23 Januari 2021, 15: 08: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Anang soetomo

KURANG MAMPU: Kedua orang tua Anang, Tutik dan Setu menunjukkan foto Anang saat masih masih menjadi ‘perempuan’ ketika pernikahan kakaknya. (DEWI AYU NINGTYAS - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri -  Kondisi sulit Anang Soetomo tidak hanya karena kelainan bawaan yang dimilikinya. Tetapi juga perekonomian keluarga. Keluarga Anang diketahui masuk kategori prasejahtera atau di bawah garis kemiskinan.

Saat ini, sang Ibu Tutik, terpaksa menjadi tulang punggung keluarga sejak lima tahun lalu. Kondisi sulit harus dijalani keluarga Anang yang bertempat tinggal di Dusun Tunggul, Desa Selopanggung, Kecamatan Semen ini. 

Sehari-hari, Tutik bekerja seorang diri untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Dengan mengandalkan tenaganya di usia senja menjadi buruh tani. “Mboten mben dinten. Kalau wonten ingkang butuh bidal teng saben (tidak setiap hari ada, kalau ada yang butuh ya berangkat ke sawah, Red),” kata Tutik saat ditemui di rumahnya kemarin, (22/1).

Dengan menjadi buruh tani, Tutik mendapatkan upah Rp 30 ribu. Upah sebesar itu didapatkan Tutik dengan pergi ke sawah sejak pukul 06.00 sampai pukul 10.00.  Uang itu pun hanya pas untuk makan setiap hari. “Sekarang sudah makan nasi dan sayur bening. Dulu hanya tiwul,” ungkap perempuan berperawakan tinggi kurus itu.

Dari upah itu, Tutik membaginya untuk mencukupi semua kebutuhan keluarga. Untuk makan sehari-hari saja masih kurang. Tidak jarang, Tutik harus berutang kepada pemilik toko di sekitar rumahnya. Mulai dari beras sampai lauk pauk. Dia akan membayarnya jika sudah mendapatkan  uang. “Mengke wonten pendamelan disukani,” ungkapnya. 

Seperti diketahui, sang anak, Anang Soetomo saat ini belum mendapatkan kejelasan identitas karena kelainan kelamin yang dimilikinya. Padahal, dia sudah menjalani dua kali operasi di RS Dr Soetomo. Operasi terakhir yang seharusnya dijalani empat tahun lalu belum juga terlaksana. Padahal, operasi terakhir tersebut menjadi dasar untuk pengajuan pergantian identitas di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri. Operasi terakhir yang dimaksud adalah operasi penyempurnaan kelamin dengan pembuatan saluran kencing dan penutupnya. 

Menjadi buruh tani itu dilakoni Tutik sejak Setu, suaminya jatuh sakit asam urat dan komplikasi. Kondisi itu diperparah dengan munculnya benjolan di punggung belakang Setu. Itulah yang menyebabkan Setu tidak bisa bekerja lagi. 

Keluarga Anang itu pun tergolong keluarga prasejahtera. Tutik mengaku mendapatkan bantuan keramik dan cat  tembok rumah dari pemerintah. Itu diterima dari program pemugaran perumahan dan lingkungan desa terpadu (P2LDT) tahun 2020 lalu. 

Sebelum menempati rumah yang saat ini layak huni, Anang bersama keluarga berpindah tempat tinggal. Total sampai lima kali menumpang di rumah orang. Saat ini Anang  sekeluarga menempati rumah yang dibangun Lilik Alfiyah, kakak Anang saat masih bekerja di Malaysia. Kini, sang kakak sudah hidup berumah tangga sendiri di Dusun Gunting, Desa Kedak, Kecamatan Semen. (c2/dea)

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news