Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Nganjuk Pulangkan Puluhan ABH

Kapolres Minta Orang Tua Lakukan Pembinaan

23 Januari 2021, 12: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

ABH

BUTUH PEMBINAAN: Kapolres AKBP Harviadhi Agung Prathama menyaksikan penyerahan puluhan ABH kepada orang tuanya di Balai Desa Sidoharjo, Tanjunganom kemarin. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Polres Nganjuk memulangkan 26 anak berhadapan dengan hukum (ABH) kemarin. Mereka dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk dibina setelah kasus mereka di kepolisian diselesaikan dengan diversi.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Y.K. mengatakan, di antara puluhan ABH yang dipulangkan kemarin, termasuk anak-anak yang terlibat kasus pengeroyokan beberapa waktu lalu. “Mereka dipulangkan karena proses hukumnya diselesaikan dengan diversi,” ujar Niko.

Selain kasus pengeroyokan, menurut Niko ada pula anak-anak yang terlibat kasus tawuran, hingga kedapatan membawa senjata tajam. Selain anak-anak yang sudah diproses di kepolisian, anak-anak tersebut ada pula yang diketahui identitasnya setelah dilakukan pengembangan.

ABH

BERI WEJANGAN: Kapolres AKBP Harviadhi Agung Prathama memberi nasihat sejumlah ABH di Balai Desa Sidoharjo, Tanjunganom. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Untuk diketahui, pemulangan puluhan ABH di Balai Desa Sidoharjo, Tanjunganom kemarin disaksikan oleh para kades tempat tinggal anak-anak tersebut. Selain itu, Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Prathama juga menyaksikan langsung penyerahan mereka.   

Pantauan koran ini, pemulangan puluhan anak-anak itu diliputi suana haru. Anak-anak yang dipulangkan itu diminta sungkem dan meminta maaf kepada orang tua mereka.

Sembari memeluk anak yang sempat membuat masalah itu, tak sedikit orang tua yang menitikkan air mata. Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan, pemulahan ABH kemarin sekaligus untuk mewujudkan kemanan dan ketertiban masyarakat di lokasi sekitar. “Ini juga untuk koordinasi di wilayah masing-masing, dengan aparat keamanan,” ujarnya.

Di hadapan sejumlah kepala desa Harvi mengungkapkan, keamanan lingkungan butuh peran serta masyarakat. Dia pun mengingatkan masyarakat agar mengawasi pemakaian sepeda motor untuk anak yang belum cukup umur. Sebab, dari beberapa kasus pengeroyokan dan tawuran, mayoritas dipicu aksi bleyer-bleyer motor.

Karenanya, Harvi meminta agar pihak desa atau para tetangga bisa melapor ke polisi jika mendapati anak di bawah umur mengendarai sepeda motor. “Bapak-ibu juga tolong anak-anaknya diperhatikan agar tidak meresahkan warga dan menggangu ketertiban umum,” pintanya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news