Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Derita Arsyifa Balqis Nabiha, Bayi yang Terlahir Tanpa Bola Mata

Ortu Belum Berani Mengecek

23 Januari 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Bayi

LELAP: Mulyadi memangku Arsyifa Balqis Nabiha, putri keduanya yang terlahir tanpa bola mata. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

Lahir normal pada 1 Desember 2020, Arsyifa Balqis Nabiha berbeda dengan bayi kebanyakan. Putri kedua pasangan Mulyani dan Niati Kurnianingsih itu tak memiliki bola mata. Kemarin mereka memeriksakan kondisi putrinya itu ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

IQBAL SYAHRONI, BARON. JP Radar Nganjuk

Suara gergaji mesin terdengar keras di antara pepohonan di Dusun Padasan, Desa/Kecamatan Baron, Selasa (19/1) pagi lalu. Sekitar 100 meter dari sumber suara itu, terlihat seorang lelaki berpeci hitam duduk sembari menggendong bayi berbaju pink.

Lelaki yang tak lain adalah Mulyadi itu sedang menggendong Arsyifa Balqis Nabiha, putrinya. Dengan lembut pria berusia 39 tahun itu memandangi bayi mungil yang tengah tertidur lelap itu dengan lembut. 

Dalam kondisi tertidur, Syifa, demikian Arsyifa Balqis Nabiha biasa disapa, memang terlihat seperti bayi kebanyakan. Berat badannya bayi berusia 53 hari yang mencapai 4,2 kilogram itu juga normal.

Yang membedakannya dengan bayi lain hanyalah bagian bawah matanya yang lebam. “Sudah seperti ini sejak lahir, Mas,” ujar Mulyadi sembari terus memandangi bayi kelahiran 1 Desember 2000 itu.

Lahir lewat proses normal, awalnya Mulyadi dan Niati tidak mengetahui jika ada kelainan pada putri keduanya itu. Apalagi, dia lahir dengan berat 3,7 kilogram atau termasuk kategori normal.

Setelah lahir, dia juga langsung menangis seperti bayi kebanyakan. “Hanya sekitar matanya yang menghitam. Awalnya dikiri karena baru lahir saja,” kenang Mulyadi.

Mereka baru mengetahui ada kelainan pada mata Syifa seminggu setelah lahir. Pasangan suami istri itu mulai curiga karena putrinya tak kunjung membuka mata. Padahal, dia bisa minum ASI secara normal dan menangis seperti bayi kebanyakan.

Keduanya lantas memeriksakan bayinya itu ke bidan terdekat. Hasilnya, Syifa dirujuk ke salah satu klinik di Kertosono. “Setelah itu ke dokter umum yang buka praktek. Katanya tidak bisa (memeriksa), kami diberikan rujukan ke Surabaya,” terangnya.

Setelah itu, Mulyadi dan Niati memantapkan diri untuk menuju ke Surabaya.Demi kesembuhan anak keduanya itu, pasutri yang kesulitan biaya ini mendatangi salah satu dokter umum di Kota Pahlawan itu. Dari pertemuan pertama, mereka diminta untuk datang lagi pada Jumat (8/1) lalu.

Pada pertemuan lanjutan itu, Mulyadi diminta membawa kelengkapan surat-surat yang dibutuhkan. Sesampainya di Nganjuk akhir 2020 lalu, dia segera melengkapi administrasi. Termasuk mencari surat keterangan tidak mampu.

Pria yang sebelumnya bekerja sebagai penambal ban di Palu, Sulawesi Tengah itu baru bisa mengurus semua surat-surat pada akhir Desember 2020. Berbekal surat-surat itu, mereka bermaksud mendatangi dr Rozalina Loebis, spesialis mata di Surabaya. “Orangnya baik banget. Saat pemeriksaan pertama saya tidak diminta membayar,” tuturnya.

Lewat pemeriksaan Rozalina itu pula Mulyadi menetahui jika ada kelainan pada mata putrinya. Sesuai diagnosa, Syifa menderita ods cryptophthal-mos atau ada mata pada bayi baru lahir (eye disorders in newborn infant).

Sesuai diagnosa itu, Syifa dianggap tidak memiliki bola mata. Meski demikian, Mulyadi juga belum mengetahui secara pasti kondisi mata putrinya. Hingga saat ini, Mulyadi dan istrinya belum pernah membuka mata Syifa. “Kalau mau dibuka menangis. Seperti kesakitan,” urainya.

Alih-alih memastikan kondisi mata anaknya, Mulyadi memilih mengikuti proses pengobatan. Dia pun menurut saat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ultra sonogram (USG) mata dan MRI di RSUD dr. Soetomo. Di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu Mulyadi akan bertemu dengan Rozalina lagi.

Dalam kondisi yang serbaterbatas, Mulyadi bersyukur banyak pihak bersedia membantu. Baik dari pihak desa hingga Wakil Bupati Marhaen Djumadi yang baru saja berkunjung berjanji memberikan bantuan. “Alhamdulillah banyak yang membantu,” katanya sembari berharap putrinya bisa segera sembuh dari penyakitnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news