Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom

-- Lelah --

17 Januari 2021, 12: 05: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

Habibah

Habibah A. Muktiara - radar kediri

Share this          

"Kita semua mulai lelah dengan keadaan ini. Berusaha untuk terus bertahan tanpa mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir."

Oleh : Habibah A. Muktiara

Tidak terasa pandemi Covid-19 ini sudah memasuki bulan kesebelas. Tinggal satu bulan, pandemi yang menggemparkan seluruh dunia ini berusia satu tahun. Banyak upaya yang dilakukan untuk membuat pandemi Covid-19 segera  berakhir. Mulai menggunakan masker, menjaga jarak, hingga pembatasan sosial berskala besar dilakukan. Namun seolah usaha yang dilakukan ini sia-sia, jumlah pasien setiap harinya terus mengalami penambahan.

Meksi pandemi Covid-19 ini telah menumbangkan banyak orang, masih banyak orang di luar sana mengatakan bahwa pandemi ini tidak ada. Ketika semua orang sedang kalang kabut berusaha bertahan, masih ada saja yang menyebarkan berita-berita palsu. Mengatakan bahwa Covid-19 ini adalah konspirasi. Mungkin,  mereka yang mengatakan ini baru terdiam ketika salah satu keluarganya meregang nyawa.

Kita semua mulai lelah dengan keadaan ini. Berusaha untuk terus bertahan tanpa mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir. Kapan kehidupan kembali normal.  Membayangkan kapan dapat melakukan kegiatan tanpa harus terbayang oleh rasa takut.

Ketika pemerintah mulai menyediakan vaksin, ada yang menyambut dengan senang. Ada pula yang marah-marah, dan heboh menentang. Padahal sebelumnya mereka meminta agar vaksin untuk segera diadakan. 

Tanpa terlebih dahulu mengecek kebenaran, banyak yang percaya dari katanya-katanya. Kalau terlalu mikir kata orang lain yang belum tentu kebenarannya kita tidak akan pernah hidup dengan tenang. Apalagi mendapatkan informasi dari fake akun atau mulut tetangga yang tidak tahu kebenarannya. Menjadi smart people, yang memiliki smartphone jika ingin tahu terkait vaksin dapat mencari tahu melalui jurnal atau bertanya pada orang yang expert.

Namun, ini uniknya masyarakat +62. Terkadang ketika seorang ahli sudah memberikan sebuah pernyataan, karena merasa bahwa apa yang dikatakan oleh ahli tersebut kurang, mereka melakukan penolakan. Tapi ketika mendapat dari sebuah akun palsu, atau informasi dari tetangga, langsung heboh dan percaya. Jika mengatakan ini aneh, tentunya aneh banget.

Dengan teknologi yang sudah maju seperti sekarang, hal ini membuat kita seolah kembali ke zaman purba. Di tengah berita palsu yang menyebar, selain konspirasi ada juga yang percaya bahwa vaksin ini dipasang microchip yang bertujuan untuk pembodohan masal. Oh my friend, you are not that important. Why they put the microchips on you? 

Di tengah pro dan kontra pemberian vaksin ini, rupanya penyuntikan vaksin tetap berlangsung. Orang-orang penting, tenaga kesehatan, hingga orang berpengaruh sudah melakukan vaksin terlebih dulu. Lucunya, dari orang-orang yang sudah melakukan vaksin ini melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan. Lelah sudah lelah, ketika semua influencer dan public figure sudah tidak bisa lagi dicontoh. Kepada siapa lagi jika bukan menjadikan diri sendiri sebagai contoh yang baik. Semoga tahun ini kita semua dapat bertahan. Semoga. (penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news