Kamis, 21 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Nganjuk Jadi Zona Merah Lagi

Gedung DPRD Disemprot Disinfektan

14 Januari 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Steril

STERILISASI: Anggota Tagana Nganjuk menyemprotkan disinfektan di gedung DPRD kemarin. Disinfeksi di sana dilakukan setelah satu lagi pegawai terpapar Covid-19. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penyebaran virus Covid-19 di Kota Angin belum bisa dibendung. Sesuai rilis Pemprov Jatim, Kabupaten Nganjuk dinyatakan kembali menjadi zona merah. Ini setelah jumlah kematian akibat Covid-19 tembus 154 orang dengan kasus positif mencapai 1.369 orang.

Data yang dihimpun koran ini dari infocovid19.jatimprov.go.id, Kabupaten Nganjuk kembali masuk zona merah bersama beberapa daerah lain di Jatim mulai kemarin. Yakni, Kabupaten Kediri, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Mojokerto. Adapun 34 kabupaten/kota lain di Jatim masuk kategori zona oranye. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (Jubir GTPP) Covid-19 dr Hendriyanto belum bisa memberikan tanggapan terkait status zona merah Kabupaten Nganjuk. Meski demikian dia membenarkan jika hingga kemarin masih terus terjadi penambahan kasus positif Covid-19. Demikian juga dengan pasien yang meninggal. “Hari ini (kemarin, Red) ada dua pasien Covid-19 yang meninggal,” ujar Hendri tentang dua lelaki asal Prambon dan Tanjunganom yang sebelumnya dirawat di RS luar Nganjuk tersebut. 

Selain dua pasien meninggal, Hendri menjelaskan kemarin kembali ada penambahan 11 pasien terkonfirmasi positif. Satu orang dirawat di Pu Sindok. Adapun sepuluh lainnya menjalani perawatan di sejumlah RS di Nganjuk dan luar Nganjuk. 

Dengan masih terus terjadinya penambahan kasus, Hendri tak memungkiri jika kondisinya cukup memprihatinkan. Karena itu, dia kembali mengingatkan warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jangan abai. Tetap memakai masker jika beraktivitas di luar rumah. Hindari kerumunan, dan sering mencuci tangan dengan sabun,” imbaunya.

Untuk diketahui, Covid-19 menyasar berbagai kalangan di Nganjuk. Selain para tenaga kesehatan, para petani, pedagang, dan polisi, virus dari Wuhan, Tiongkok itu juga membuat para aparatur sipil negara (ASN) menjadi korbannya.

Kemarin, taruna siaga bencana (tagana) melakukan disinfeksi di gedung DPRD Nganjuk. Mereka menyemprot semua ruangan di sana. Mulai ruang rapat DPRD, ruang komisi, hingga ruang sekretariat. 

Penyemprotan disinfektan dilakukan setelah ada lagi staf sekretariat yang terpapar Covid-19. Sekretaris DPRD Nganjuk Djoko Wasisto menyebutkan, jumlah staf di DPRD yang terkonfirmasi positif korona menjadi tiga orang. “Satu orang yang dinyatakan positif baru diketahui Senin (11/1) lalu,” terang Djoko.

Dengan kembali bertambahnya kasus tersebut, Ketua DPRD Nganjuk Tatit Haru Tjahjono memerintahkan agar dilakukan pembatasan aktivitas sekaligus sterilisasi semua ruangan. “Sterilisasi untuk mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Terkait pola kerja di DPRD Nganjuk, Djoko menyebut pihaknya menerapkan work from home untuk 50 persen PNS. Hanya separo saja yang boleh masuk kantor. Selebihnya, mereka akan mengikuti jam kerja yang ditetapkan Pemkab Nganjuk.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia