Senin, 25 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Terdakwa Pengeroyok Bantah Keterangan Saksi

14 Januari 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

BERI KESAKSIAN: Sejumlah saksi memberikan keterangan dalam sidang kasus pengeroyokan kemarin. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Sidang kasus pengeroyokan dengan terdakwa Ahmad Siswanto, 43, dilanjutkan kemarin. Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tujuh saksi. Sebagian keterangan dari mereka dibantah oleh Ahmad.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Pronggo Joyonegara itu JPU juga menghadirkan Dian Sulistiawan, 38, korban pengeroyokan. Dalam sidang yang berlangsung secara daring itu, majelis hakim menanyai saksi yang kemarin mengikuti sidang dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk. “Terdakwa berhak menolak keterangan saksi yang sudah disumpah,” ujar Pronggo.

Untuk diketahui, dari beberapa sidang sebelumnya, Ahmad Siswanto yang akrab disapa Selo itu bersikukuh menolak mengakui telah ikut mengeroyok Sulis, sapaan akrab Dian Sulistiawan, dalam peristiwa yang terjadi di Desa Campur, Gondang, 14 November 2020 lalu.

Pria asal Desa Pandean, Gondang itu hanya mengaku melihat kerumunan. Selebihnya, saat dia berada di lokasi pengeroyokan sudah selesai. Tetapi, keterangannya dibantah oleh saksi yang dihadirkan kemarin.

Seperti dikatakan oleh Bagus, 29. Warga Desa Campur, Gondang itu mengaku melihat Selo saat peristiwa penganiayaan di depan BUMDes Pandean tersebut. Dia mengaku melihat Selo menunjuk ke Sulis dan ikut melakukan pengeroyokan. “Saya berada di belakang korban (Sulis, Red), persis,” terang Bagus yang pernyataannya juga dibantah oleh Selo.

Tak hanya Bagus, Anggi, 33, saksi lainnya juga memberi pernyataan yang hampir sama. Dia mengaku melihat Selo dan beberapa orang lain yang ikut memukuli Sulis. “Awalnya ada yang berteriak, ojo bleyer-bleyer sepeda motor. Lalu langsung dipukuli. Saya berada di tugu sedang berjaga. Jaraknya sekitar lima meter dari lokasi pemukulan,” jelasnya.

Anggi mengaku mengenali Selo karena dia adalah tetangganya. Wajah Selo menurutnya terlihat jelas karena lampu di pinggir jalan juga menyala. Jika awalnya Selo membantah pernyataan Bagus, kini dia tidak bisa membantah pernyataan Sulis. Dia hanya diam mendengar penuturannya.

Untuk diketahui, Sulis dianiaya oleh sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu malam (14/11) 2020 lalu. Dari sejumlah pelaku pengeroyokan, hanya Selo yang diproses. Sebab, identitas pelaku lain tidak diketahui.

JPU Ratrieka Yuliana menyebutkan, Selo diamankan karena banyak saksi yang mengenali Selo. “Dari tujuh saksi, beberapa ada tetangga terdakwa (Selo, Red), dan beberapa teman dari saksi korban (Sulis, Red) yang datang ke lokasi,” terangnya.

Ratri mengungkapkan, sebenarnya Selo dan Sulis ini tidak saling mengenal. Pengeroyokan malam itu dipicu bunyi knalpot brong dari motor Sulis. Dia dikira bleyer-bleyer hingga membuat para pelaku pengeroyokan tak terima.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia