Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Ruang Terbuka Hijau di Kediri

Kota Prioritaskan Alun-Alun, Kabupaten Tuntaskan Taman Irenggolo

13 Januari 2021, 17: 04: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Alun alun kediri

DIRENOVASI: Kawasan Alun-Alun Kota Kediri. (Andhika Attar - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Renovasi Alun-Alun Kota Kediri menjadi prioritas bagi Pemkot Kediri. Alasannya, alun-alun selama ini merupakan landmark kota. Yang telah dikenal luas sejak lama. Tak hanya bagi warga kota, juga bagi warga luar kota.

“Prioritas kami di alun-alun. Di sana kan perlu kami sentuh juga. Apalagi RTH tersebut merupakan wajah Kota Kediri,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Didik Catur.

Sayang, kapan waktu pelaksanaan renovasi itu hingga kemarin belum bisa dipastikan. Pihak DLHKP masih menyusun dan melakukan beberapa pembahasan terlebih dulu. 

Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah masa pandemi Covid-19. Masa pandemi sangat berpengaruh karena banyak alokasi anggaran yang berubah. Digeser ke pos anggaran yang  lebih diutamakan. Seperti pos anggaran untuk kesehatan dan pemulihan ekonomi.

“Ada refocusing anggaran selama pandemi ini. Ada kebutuhan daerah yang lebih penting untuk didahulukan (dibanding renovasi alun-alun),” dalih Didik.

Selain renovasi alun-alun sebagai prioritas utama, DLHKP juga merencanakan membangun taman di dua kelurahan. Yaitu di Kelurahan Dermo dan Sukorame. Rencananya, dua taman tersebut akan memiliki luas lahan sekitar 300 meter persegi. Dengan perkiraan anggaran sekitar Rp 200 juga untuk setiap taman. 

Saat ini ada 19 rincian lahan eksisting yang masuk kategori ruang terbuka hijau (RTH). Yaitu lapangan, sempadan sungai, sempadan rel, jalur hijau, sumber mata air, serta lokasi pemakaman. 

Sedangkan untuk taman, Didik mengatakan ada 23 taman. Semua taman itu dikelola oleh DLHKP. Total seluruh taman tersebut memiliki luasan sebesar sekitar 181 ribu meter persegi. Namun, taman-taman itu belum termasuk yang ada di beberapa kelurahan. Khusus taman tersebut dikelola langsung oleh pihak kelurahan. 

Sementara itu, keberadaan kawasan hijau menjadi salah satu yang diperlukan bagi Kabupaten Kediri. Beberapa tahun terakhir pemkab mempercantik daerahnya dengan kawasan hijau. Terutama yang berada di kawasan perkotaan. 

Meskipun pada 2020 ada pengurangan pembangunan RTH, namun beberapa proyek sudah bisa diselesaikan. 

“Yang baru ada Taman Irenggolo. Untuk RTH di sana adalah berupa taman median jalan di kawasan wisata Air Terjun Irenggolo,” terang Kasi Penataan Taman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Weni Artanti.

Weni menyebut bahwa taman seluas 1354 meter persegi ini merupakan taman pasif. Fungsinya sebagai median atau pembatas jalan. Selain bunga dan tanaman perdu juga dilengkapi pohon peneduh. 

“Selain untuk taman median, juga untuk mendukung kawasan wisata di Irenggolo. Di sana juga ada bangku-bangku pada pedestarian,” imbuhnya.

Pembangunan taman yang paling banyak terjadi pada 2019. Selain membangun taman baru, pada tahun itu juga banyak revitalisasi sejumlah taman yang sudah ada. 

Untuk taman yang baru dibangun di antaranya Taman Totok Kerot, Taman Papar, dan Taman Median dan Taman Plin Jembatan Wijayakusuma. 

Sementara untuk revitalisasi taman yang sudah ada yakni Taman Tugu Garuda Pare. 

Sedangkan pada 2018, ada satu taman baru, yakni Taman Kepung. “Kemudian revitalisasi Taman Hutan Kota Pare, dan Taman Ringinbudho Pare,” sebutnya.

Weni mengatakan bahwa untuk RTH yang dibangun pemkab fokus pada RTH kawasan perkotaan. Seperti di Pare dan wilayah SLG. Selain fungsi ruang publik, juga untuk menambah kawasan hijau di Kabupaten Kediri.

“Sarana ruang publik sarana rekreasi gratis. Karena semua taman tidak ada yang berbayar,” imbuhnya. (tar/din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia