Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Banjir dan Luapan Sungai di Kediri, Ternyata Hal Ini Jadi Pemicunya

13 Januari 2021, 16: 56: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

GOTONG ROYONG: Warga di sekitar bantaran Kali Konto membuat gronjong dari bambu untuk menahan pasir yang terbawa arus kemarin

GOTONG ROYONG: Warga di sekitar bantaran Kali Konto membuat gronjong dari bambu untuk menahan pasir yang terbawa arus kemarin

Share this          

MOCH. DIDIN SAPUTRO - radar kediri

GOTONG ROYONG: Warga di sekitar bantaran Kali Konto membuat gronjong dari bambu untuk menahan pasir yang terbawa arus kemarin.

Banjir dan Luapan Sungai di Kediri, Ternyata Hal Ini Jadi Pemicunya

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Terjadinya banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri memang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. Namun, ada hal lain yang justru jadi pemicu masifnya banjir yang terjadi. Yaitu berubahnya tata guna lahan. Terutama di wilayah daerah yang paling tinggi.

"Dulu run off (air mengalir, red) ada yang menahan, tutupan lahan masih masif. Tapi sekarang tutupan lahan semakin berkurang," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA I BBWS Brantas Mahmudi saat melakukan peninjauan di aliran Kali Konto pascabanjir bandang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, banjir yang terjadi di Kabupaten Kediri ini banyak faktor yang mengakibatkan. Selain meningkatnya debit karena curah hujan tinggi, yang paling utama adalah berubahnya tata guna lahan. 

Berkurangnya tutupan  lahan itu juga termasuk dampak dari aktivitas yang ada di sepanjang aliran sungai. "Penambang pasir liar yang semakin masif. Paling tidak dengan adanya ini jadi pembelajaran bersama. Apa dampak yang terjadi dari aktivitas tersebut," ungkapnya.

Ia juga mencontohkan selain Kali Konto, beberapa aliran lain dampak utamanya juga karena tata guna lahan yang berubah. Kali Kresek di Kota Kediri yang mengalami luapan misalnya. Itu karena banyak rumpun bambu yang menyangkut di jembatan. Hal itu juga karena ada aktivitas penebangan.

"Ada enam titik di Kediri yang terjadi luapan. Akan kami tinjau satu per satu," jelasnya.

Pekan ini, pihaknya fokus untuk mengidentifikasi awal kerusakan. Termasuk melakukan identifikasi lintas sektor.

"Intinya kami sama-sama koordinasi. Dari pihak kabupaten, (juga) Jasa Tirta. Untuk melihat mana yang jadi prioritas. Kami kolaborasi karena ini juga tahun baru jadi harus memanajemen anggaran," terangnya.

Selain itu dia juga akan melibatkan BPBD terkait penanganan dampak bencana ini. "Kalau kita bicara teknis, kemudian untuk penanganan kami juga libatkan BPBD," tambahnya.

Di Kali Konto, ada sejumlah infrastruktur yang rusak. Salah satunya adalah penahan air yang ada di Desa Siman. Pihak BBWS juga sudah menginventarisasi dan mengukur berapa volume kerusakan.

"Kami akan melihat gambar dan titik mana yang ada kerusakan dan prioritas pembenahan," sebutnya.

Sementara, terkait bencana hidrometeorologi yang benar-benar jadi ancaman di awal tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan.

Pelaksana tugas (Plt) Kalaksa BPBD Slamet Turmudi mengingatkan pada masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrem. Termasuk potensi bencana jika hujan deras terjadi di wilayah Gunung Kelud dan Wilis. Sebab, jika di daerah atas terjadi hujan lebat maka daerah yang paling terdampak adalah di kawasan lereng.

Ia mengatakan bahwa masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem hingga Februari. Kewaspadaan itu terutama dari dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan juga kondisi jalan yang licin. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia