Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kasus Chikungunya Meningkat di Kediri, Ini Penyebabnya

Korban Lebih Banyak Dibanding DB

13 Januari 2021, 13: 30: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

Chikungunya

FOGGING: Asap mengepul setelah petugas Dinkes Kota Kediri melakukan pengasapan di daerah Kelurahan Banjarmlati, Jumat (8/1) (ANDHIKA ATTAR - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Pandemi Covid-19 memaksa warga Kota Kediri banyak menghabiskan waktu di rumah. Namun, ternyata hal tersebut justru membuat angka penularan chikungunya semakin meningkat. Bahkan, di tahun 2020 angka kasusnya lebih tinggi dibanding demam berdarah (DB).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Kediri, angka kasus DB di Kota Tahu selama 2020 sebanyak 158 kasus. Sedangkan di tahun yang sama kasus chikungunya mencapai angka 300 lebih.

“Jadi sampai dua kali lipatnya,” ujar Penanggungjawab Program Penanganan Tular Vektor Dinas Kesehatan Kota Kediri Roni Sabahtani kepada koran ini, Jumat (8/1).

Menurut Roni, salah satu penyebab meningkatnya kasus chikungunya adalah selama pandemi ini banyak orang melaksanakan work from home (WFH). Sedangkan nyamuk pembawa virus tersebut banyak berada di rumah dan kebun.

Intensitas waktu yang dihabiskan di rumah itulah yang membuat penularan penyakit tersebut semakin meningkat selama pandemi. Beda cerita dengan saat sebelum pandemi yang mana masyarakat beraktivitas seperti biasa di luar rumah.

“Ini nyamuknya kan tergolong nyamuk kebun,” sambung pria yang hobi berkendara dengan sepeda motor tersebut.

Roni mengatakan bahwa nyamuk pembawa penyakit chikungunya dan DB sejatinya sama. Sehingga cara penanggulangan yang dipakai oleh pihaknya juga relatif sama. 

Pihaknya menegaskan meski angka kasus chikungunya tinggi, namun fatalitas yang ditimbulkan tidak begitu membahayakan. Pasalnya, Roni menerangkan bahwa kasus Chikungunya tidak sampai mematikan seperti kasus DB.

“Tidak mematikan tetapi penularannya (chikungunya) lebih cepat dibandingkan DB,” tandas Roni.

Oleh karena itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Termasuk menjalankan program 3M dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkala di lingkungannya masing-masing.

Untuk diketahui, ada beberapa kelurahan di Kota Kediri yang telah dilakukan upaya fogging oleh Dinkes Kota Kediri. Antara lain di Kelurahan Mrican, Ngampel, dan Mojoroto. Tak hanya itu, terbaru fogging dilakukan di Kelurahan Burengan, Banjarmlati, dan Banaran. (tar/fud) 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia