Senin, 25 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Warga Tolak RS Covid di Sanggrahan

Pemkab Siapkan Sarpras Balai Diklat Gondang

13 Januari 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

SEPI: Warga melewati depan Hotel Wisata Karya Sanggrahan yang sempat jadi alternatif tempat perawatan pasien Covid-19. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Rencana pemanfaatan Hotel Wisata Karya Sanggrahan untuk rumah sakit (RS) darurat Covid-19 ditentang warga setempat. Mereka ketakutan karena hotel berada di kawasan padat penduduk. Jika rencana penggunaan hotel untuk RS tetap direalisasikan, warga mengancam akan melakukan demo.

Seperti dikatakan oleh Joko, 56. Warga yang tinggal persis di depan Hotel Wisata Karya itu mengatakan, saat  ini warga yang tinggal di atas hotel sudah takut turun ke bawah. “Bagaimana kalau nanti benar-benar dijadikan RS?” lanjutnya pemilik warung itu dengan nada tanya.

Korona

Perkembangan Covid-19 di Nganjuk (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Ketakutan warga, lanjut Joko, tidak hanya saat pemanfaatan hotel untuk RS saja. Tetapi, mereka mengkhawatirkan dampak setelahnya. Menurut Joko jika hotel benar-benar digunakan untuk perawatan pasien Covid-19, ke depan pelanggan akan takut menginap di sana.

Sebab, lokasi tersebut pernah jadi tempat perawatan Covid-19. “Dampaknya panjang. Orang pasti akan merasa tidak nyaman menginap di sana,” lanjutnya sembari menyebut keberatan warga sudah disampaikan ke pemerintah desa.

Joko berharap hal tersebut diteruskan ke Pemkab Nganjuk dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Nganjuk. Sehingga, rencana pemanfaatan hotel untuk RS darurat bisa dibatalkan.

Terpisah, Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan (SDK) Nganjuk Sri Soebekti menjelaskan, saat ini Pemkab Nganjuk sedang menyeriusi pemanfaatan lokasi lain untuk RS darurat. Yakni, menggunakan Balai Diklat Pertanian di Desa Balonggebang, Gondang.

Opsi pemanfaatan gedung itu muncul setelah Pemprov Jawa Timur tidak lagi memperpanjang penggunaan lokasi bangunan. “Sekarang fokusnya di Gondang, yang di Sawahan bisa batal,” terang perempuan yang akrab disapa Etik ini.

Saat ini, jelas Etik, dinkes tengah menyiapkan semua sarana prasarana (sarpras) untuk pemanfaatan balai diklat sebagai RS darurat. Sebelumnya, pemkab menjajaki penggunaan Hotel Wisata Karya Sanggrahan karena beberapa pertimbangan. Di antaranya, sarpras di sana dianggap memadai. Misalnya, di sana sudah ada tempat tidur dan ruangan yang representatif.

Sebaliknya, sarpras di balai diklat belum memadai. Karenanya, dinkes tengah menyiapkan kebutuhan tempat tidur dan peralatan lainnya. “Sekarang, kami masih siapkan semuanya,” jelas penggemar kopi jahe ini.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Nganjuk masih terus bertambah. Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto menyebut kemarin kembali ada penambahan sepuluh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru. Total kasus korona di Kota Angin pun mencapai 1.358 pasien.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, 10 pasien yang dinyatakan positif kemarin berasal dari berbagai latar belakang. Dua di antaranya merupakan aparatur sipil negara. Kemudian, ada pula perawat, pekerja pabrik, petani, hingga pedagang.

Dikonfirmasi terkait hal ini Hendri menyebut dirinya tidak memiliki data latar belakang pasien. Dia hanya mengatakan, hingga kemarin total ada 58 pasien yang dirawat. Selebihnya dinyatakan sembuh.

Untuk diketahui, tak hanya penambahan kasus korona yang masih terus terjadi. Kemarin jumlah puskesmas yang ditutup karena tenaga kesehatannya (nakes) terpapar Covid-19 terus bertambah. Adalah Puskesmas Sukomoro yang sejak kemarin di-lockdown menyusul 10 puskesmas lainnya.

Kepala Puskesmas Sukomoro dr Masrukin mengatakan, puskesmas akan ditutup hingga Sabtu (16/1). Penutupan dilakukan karena salah satu nakes di sana terpapar Covid-19. “Kami sudah lakukan rapid antibodi. Yang masih menunggu hasil swab ada satu lagi,” ujar Masrukin sembari menyebut warga yang ingin berobat bisa mendatangi rumah sakit atau pelayanan kesehatan lain yang terdekat.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia