Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Vaksinasi Korona di Kediri, Kelompok Ini Dilarang Ikut

12 Januari 2021, 21: 19: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona di Kediri

(Radar Kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Ada beberapa kelompok orang yang tidak boleh mengikuti vaksinasi Covid-19. Alasannya karena masalah kesehatan. Di antaranya adalah larangan pemberian vaksin pada penderita epilepsi dan gangguan syaraf lainnya. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri Fauzan Adima menyatakan bahwa ada kekhawatiran akan efek vaksin tersebut terhadap kelompok tersebut. Seperti halnya potensi terjadinya kejadian ikutan pascaimunisas inii (KIPI).

“Vaksinasi ini dikhawatirkan menjadi pemicu kambuhnya kejang pada penderita epilepsi,” ujar Fauzan kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin. Berdasar pertimbangan itulah dinkes tidak memperkenankan penderita epilepsi dan gangguan syaraf lainnya mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

Lalu, bagaimana nasib kelompok tersebut dalam upaya mendapatkan penangkal virus tersebut? Fauzan mengaku belum ada ganti vaksin itu untuk kelompok ini. Yang diharapkan adalah terjadinya herd immunity. Dengan kekebalan tersebut virusnya diharapkan sudah tidak mempunyai daya tular.

“Nanti kalau sudah terbentuk herd immunity diharapkan orang-orang yang tidak tervaksinasi akan memiliki kekebalan secara alamiah,” tutur pria berkacamata tersebut. 

Selain penyakit pantangan tersebut ada pula syarat yang diwajibkan kepada para penerima vaksinasi tersebut. Yaitu tidak diperbolehkan menerima imunisasi lainnya dalam kurun waktu satu bulan sebelum dan sesudah vaksinasi Covid-19 ini.

Fauzan mengatakan bahwa sejatinya seluruh vaksinasi memiliki syarat tersebut. Hanya saja batas waktunya berbeda-beda. Minimal dua minggu sebelum dan sesudah vaksinasi. Namun ada pula yang sampai satu bulan.

“Alasannya untuk memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memproduksi kekebalan atau antibodi sebelum dilakukan vaksinasi,” terang pria yang juga menjabat sebagai jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri tersebut.

Lebih jauh, vaksinasi Covid-19 di Kota Kediri ini rencananya akan dilaksanakan mulai minggu ini. Tercatat, pemkot mendapatkan jatah tak kurang dari tiga ribu dosis vaksin dari Pemerintah Pusat.

Selanjutnya dalam pelaksanannya nanti, Dinkes Kota Kediri sudah membuat prosedur pelaksanaan vaksinasi. Yakni dari sasaran yang sudah terdata yaitu usia 18 tahun hingga 59 tahun. Kelompok awal yang akan menerima vaksinasi tersebut adalah tenaga kesehatan. Selain itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan jajaran forkopimda juga akan mendapatkan vaksin tersebut pertengahan minggu ini. 

Sementara itu, di Kabupaten Kediri mulai diterapkan pembatasan pelaksanaan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi potensi penularan Covid-19.

“(Sebenarnya) Kabupaten Kediri tidak termasuk sasaran PPKM Provinsi Jawa Timur sebagaimana surat edaran Gubernur,” aku Sekretaris GTPP Slamet Turmudi. 

Meskipun tidak termasuk sasaran PPKM Provinsi Jatim, satuan tugas (satgas) Kabupaten Kediri tetap akan membuat surat edaran sendiri.  Saat ini masih dalam penyusunan draft. 

Sementara itu, untuk saat ini di Kabupaten Kediri masih zona orange. Setiap hari kasus positif masih mengalami penambahan. Kemarin 60 orang dinyatakan positif Covid-19. Penambahan itu membuat jumlah pasien Covid-19 menjadi 2.865 orang. 

Dari penambahan pasien positif tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia. Menjadikan total yang meninggal menjadi 224 orang. Selain itu 16 orang dinyatakan sembuh. (tar/ara/fud) 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia