Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Krisis Besowo: Jembatan Masih Rusak, Droping Air Bertahap

12 Januari 2021, 17: 15: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

Krisis besowo

(Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Penanganan pascabencana yang terjadi di sejumlah tempat di Kabupaten Kediri terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya adalah upaya mengatasi krisis air bersih di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, setelah dam penampung air di tempat itu hancur diterjang banjir bandang. 

Tiga hari terakhir ini warga sudah mulai mendapat asupan air bersih. Air bersih itu  dari droping yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri. Total, ada enam dusun yang menjadi sasaran.

Droping itu dilakukan secara bergiliran. Di hari pertama hanya dua dusun. Yakni Dusun Besowo Timur dan Dusun Sidodadi. “Hari pertama belum memungkinkan untuk ke dusun yang ada di wilayah barat sungai karena jembatan masih dibenahi,” ujar Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi.

Kondisi kekurangan air bersih yang ada di Desa Besowo memang mengkhawatirkan. Kondisi ini terjadi setelah dam penampung air di lereng Kelud rusak diterjang banjir bandang. Jika tidak segera ditangani akan mengancam kebutuhan air bersih warga. Sebab, dam tersebut untuk memenuhi 7 ribu jiwa penduduk di enam dusun yang ada. 

“Terkait pemenuhan air bersih, sudah kami lakukan secara bergiliran” tambahnya.

Teknis distribusinya, Slamet menjelaskan, BPBD menyiapkan dua truk tangki.  Truk tersebut setiap hari mengambil air bersih dari fasilitas pamsimas di Dusun Sekuning. Selanjutnya air disebar di titik-titik di enam dusun yang telah disediakan tandon penampung air. Totalnya ada 10 titik.

“Sementara untuk kebutuhan air di luar air minum, kami juga akan perbantukan pipa paralon sepuluh dim sejumlah sembilan lonjor,” tambahnya. Pipa ini untuk menyalurkan air ke selokan yang mengarah ke permukiman warga.

Terkait distribusi air bersih ini, Darmianto, warga Dusun Krajan, Desa Besowo mengaku bersyukur. Sebab, hampir satu minggu ini warga merasakan kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Mereka harus mengambil di tandon yang lokasinya sangat jauh. “Kadang air PDAM juga tidak lancar,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa droping air seperti ini angat membantu. Terutama untuk keperluan memasak dan minum.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan Edvans mengatakan bahwa bantuan air yang dilakukan ini adalah khusus untuk air minum. Sementara untuk kebutuhan lain, bisa memanfaatkan bantuan dari PDAM. Juga bisa memanfaatkan air tadah hujan maupun yang mengambil dari sumber atau belik.

Untuk diketahui banjir besar yang terjadi di lereng utara Gunung Kelud selain merusak jembatan dan menutup aliran sungai, banjir juga membuat dam penampung air bersih untuk warga Desa Besowo rusak parah. Akibatnya, pipa yang mengalirkan air bersih terputus.

Dari keterangan Kepala Desa Besowo Suyanto, banjir yang terjadi (6/1) malam itu merupakan salah satu yang terparah setelah letusan Gunung Kelud pada 2014 silam. Saat letusan 2014 juga berdampak pada penampungan, namun tidak separah ini. Kala itu material hanya menyumbat penampungan. Namun tahun ini sampai merusak bangunan. 

“Ini yang paling parah, setelah kami tinjau, pipanya putus,” ujarnya.

Pipa itu berfungsi sebagai saluran air ke penampungan yang mengarah ke permukiman warga. Apalagi hampir seluruh warga Desa Besowo memanfaatkan air dari penampungan yang ada di lereng Kelud tersebut. Dari delapan dusun di Besowo, enam dusun menggunakan air dari tempat itu. Yakni Dusun Sidodadi, Besowo Timur, Kentheng Barat, Kentheng Timur, Krajan, dan Sabiyu Sumberjo. Enam dusun tersebut memiliki penduduk 6.700 jiwa. Total penduduk Desa Besowo adalah 8 ribu jiwa. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia