Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Cek DNA Ibu Korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

12 Januari 2021, 12: 12: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

korban sriwijaya air

IDENTIFIKASI : Nanik (duduk paling kiri) saat menunggu proses pengambilan sampel DNA. (M Didin Saputro - radar kediri)

Share this          

     KABUPATEN, JP Radar Kediri - Nanik Mardiati Zarkasi, ibu Rahmania Ekananda yang menjadi salah seorang penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menjalani proses identifikasi kecocokan kemarin (11/1). Warga Jalan Yos Sudarso, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare itu diambil sampel darah dan buccal swab oleh tim dari Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. 

Tim DVI Polda Jatim tiba di kediaman keluarga korban sekitar pukul 09.45 WIB. Selain tim dari polda itu, juga datang tim dari RS TNI AU Surabaya. Mereka dikawal langsung oleh anggota Polres Kediri.

Nanik menunggu kedatangan tim di teras rumahnya. Dia ditemani sejumlah kerabat. Pengambilan sampel itu diselimuti suasana duka yang masih terasa.

korban sriwijaya rahmania

CEK: Petugas dari DVI Polda Jatim mempersiapkan peralatan sebelum proses pengambilan darah dan buccal swab. (M Didin Saputro - radar kediri)

Proses pengambilan sampel berlangsung sekitar 30 menit. Pengambilan sampel ini dilakukan secara privat. Media tak diperbolehkan untuk mengambil gambar.

Kaur DVI Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jatim pembina drg Yurika Arthanti menjelaskan, identifikasi itu sudah menjadi prosedur yang telah ditentukan. Tujuannya untuk mengidentifikasi korban dalam sebuah insiden atau bencana masal. Hal ini juga berdasarkan protokol Interpol. Menurutnya, DVI ini merupakan suatu prosedur yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya kepada masyarakat dan hukum.

“Sebelumnya kami sudah mengambil sampel keluarga korban di Surabaya atas nama Fadli Satriyanto,” ujarnya kepada awak media di kediaman keluarga Rahmania.

Dia menyebut bahwa jika ada korban yang perlu diambil DNA pihaknya akan turun. Melayani seluruh Jawa Timur. Untuk identifikasi kemarin, khususnya bagi Nanik, Ibu Rahmania, yang diambil adalah sampel darah dan buccal swab. “Jadi dari satu orang kami ambil dua macam sampel. Darah dan buccal swab,” jelas Yurika.

Selanjutnya, kedua sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium DNA di Jakarta. Tepatnya di Pusdokes Polri yang akan dibantu oleh TNI AU yang akan mengirimkan langsung ke Ibukota. “Kemudian sampel tersebut akan dicocokkan dengan DNA jenazah yang ditemukan yang dibawa di Rumah Sakit Kramat Jati,” tambahnya.

Untuk hasilnya, ia tak bisa memperkirakan kapan keluar. Yang jelas semua keputusan akan diumumkan oleh Pusdokkes. “Kami hanya sebatas membantu untuk mengambilkan sampel DNA,” ujarnya.

Sementara sampel yang diambil dari Nanik kemarin hanya dicocokkan dengan Rahmania. Sedangkan dua cucu Nanik akan dicocokkan dengan ayah kandung. Yakni Kolonel Ahmad Khaidir.

Untuk diketahui, Rahmania Ekananda adalah salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada Sabtu (9/1) lalu. Ia saat itu naik pesawat bersama kedua putrinya yang masih kecil, yakni Faziala Amara, 6 tahun dan Fatimah Ashalina, 2,5 tahun. Serta Dinda Amelia, 16 tahun yang merupakan pengasuh sang anak.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta - Pontianak tersebut hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB. Kemudian dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11 ribu kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13 ribu kaki. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia