Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Faiz dkk

Mahasiswa Kediri Bawa Kopi Kulit Mangga Podang Juara Internasional

Sisihkan Ratusan Inovator dari 60 Negara

12 Januari 2021, 12: 05: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

KOPI MANGGA PODANG

BERPRESTASI : Faiz dan rekan-rekannya yang baru saja meraih penghargaan di ajang kompetisi II TEXPO akhir tahun 2020 lalu. (Faiz for radar kediri)

Share this          

Mungkin selama ini limbah kulit mangga hanya dibuang begitu saja. Namun, pemuda-pemuda ini membuat inovasi dengan mengombinasikannya bersama kopi arabika.

MOCH. DIDIN SAPUTRO, Kabupaten, JP Radar Kediri.

Yah, Faiz dan rekan-rekan timnya yang membuat inovasi tersebut. Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya ini punya cara jitu untuk mengurangi limbah kulit mangga yang sebelumnya tak memiliki nilai jual tersebut.

inovator kopi

KHAS: Kopi yang dibuat dengan campuran kulit mangga podang. (Faiz for radar kediri)

Kata Faiz, ide ini muncul dari beberapa alasan dasar. Seperti tingginya produksi mangga podang, sehingga akan menghasilkan limbah kulit mangga yang selama ini tak termanfaatkan. “Untuk bisa mengurangi limbah tersebut, makanya kita menggunakan kulit mangga podang untuk kombinasi dengan kopi arabika. Sistemnya pun zero waste atau bebas limbah,” ujar pemilik nama lengkap Faiz Arsyad tersebut.

Kombinasi dengan kopi arabika itu tak lepas dari alasan karena kopi jenis sudah dikenali di kalangan penikmat kopi. Bahkan dengan rasa yang khas, jenis kopi ini juga menjadi favorit penikmat kopi dunia. Faiz adalah koordinator tim dari business plan yang ia lombakan di kancah International tersebut. “Seluruh anggota tim berasal dari Kediri,” tambahnya.

Ia mengaku ini adalah terobosan untuk mengombinasikan produk pertanian lokal. Yakni kopi Arabika dari lereng Arjuno dan ekstrak kulit mangga podang asli Lereng Gunung Wilis Kediri. Kombinasi inilah yang menghasilkan kopi nikmat dengan rasa dan aroma mangga.

Selain alasan tersebut, tren minum kopi yang semakin meningkat juga jadi hal yang mendasarinya. Termasuk keberadaan coffee shop juga meningkat di berbagai daerah. “Bahkan minum kopi itu udah jadi gaya hidup bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama anak muda,” terang mahasiswa semester 9 yang sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikan S1-nya tersebut.

Khasiat dari kulit mangga podang yang sangat baik untuk kesehatan juga jadi nilai tambah. Kata Faiz, dari sejumlah riset, kulit mangga podang ini bisa untuk antidiabetes, antikanker, antioksidan, dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Tak hanya itu, ke depan dengan adanya inovasi ini juga bisa menjadi sumber pendapatan baru dan meningkatkan pendapatan bagi petani mangga atau masyarakat secara umum. Termasuk membuka lapangan pekerjaan baru dan dapat menjadi produk ekspor yang berdaya saing.

Selama penelitian, ia mengakui bahwa sebenarnya tantangan yang besar tidak ada. “Karena ada pandemi, pada saat riset jadi kesulitan dalam melakukan wawancara ke narasumber terkait,” imbuhnya.

Kemudian, apa saja tantangan ke depan, Faiz menyebut bahwa harus bisa menyediakan stok atau pasokan jangka panjang. Itu supaya produk bisa tersedia sepanjang tahun. “Karena mangga podang ini sifatnya musiman,” akunya.

Produk kopi kulit mangga yang dinamakan Mango Peels Coffee, Innovation of Healthy Arabica Coffee Drinks Based on Zero Waste System (MASCO) ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru. Meningkatkan pendapatan petani mangga, membuka lapangan pekerjaan, dan menjadi produk ekspor yang berdaya saing.

Dari hasil pemikirannya itu, MASCO berhasil mendapatkan penghargaan terbaik di 7 Negara Benua Eropa, Amerika, dan Afrika. Inovasinya berhasil meraih medali emas dan penghargaan platinum di International Invention and Trade Expo (IITEXPO) London, Inggris 2020. IITEXPO merupakan kompetisi inovasi tingkat internasional yang diselenggarakan pada tanggal 10-11 September 2020 oleh IFIA (International Federation Inventor's Associations) dan diikuti oleh kurang lebih 150 inovator dari 30 negara di seluruh dunia.

“Rasanya bangga dan senang banget. Apalagi kita bersaing dengan ratusan inovator dari lebih dari 60 negara dan di dalamnya juga terdapat banyak Negara maju seperti Inggris, Amerika, Singapura, Swiss, Kanada, dan masih banyak lagi negara lainnya,” sebut Faiz.

Ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa anak muda Indonesia mampu bersaing dengan banyak negara di seluruh dunia. Kami juga membuktikan bahwa anak muda Indonesia itu berkualitas dan luar biasa sehingga patut untuk diperhitungkan. (dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia