Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Buatkan LPJ Palsu untuk Heri Kawul

Berkas Pemeriksaan Rudi dan Sutrisno Selesai

12 Januari 2021, 12: 25: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Kawul

Kasus Heri Kawul (radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Pengusutan kasus korupsi yang menimpa dua mantan perangkat Desa Sugihwaras, Prambon, segera memasuki babak baru. Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk sudah menyelesaikan pemeriksaan saksi untuk kasus korupsi dengan tersangka Sutrisno, 63, dan Rudi Setiawan, 45. Hasilnya, dua orang tersebut diduga terlibat dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban (LPj) palsu Heri “Kawul” Indiyanto, mantan kades.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nganjuk Andie Wicaksono mengungkapkan, pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan Sutrisno dan Rudi memang sudah selesai. “Minggu ini masuk tahap pemberkasan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dalam serangkaian pemeriksaan selama sekitar sebulan terakhir, diakui Andie sudah mengumpulkan fakta-fakta baru. Di antaranya, Sutrisno dan Rudi mengakui perbuatannya dalam pembuatan LPj palsu.

Peran keduanya, lanjut Andie, adalah membantu memperlancar Heri Kawul melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) 2017 silam. Apa saja yang dipalsukan? Andie menyebut mulai isi lembaran kuitansi, hingga pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak dibeli untuk menambah pemasukan sendiri.

Tidak hanya itu, mereka juga memalsukan tanda tangan serta cap toko. “Pembelian di toko yang dipalsukan dalam lembaran itu di Nganjuk ada. Bahkan ada juga di Jombang dan di Kediri,” tutur lelaki asal Mojokerto itu.

Pembelian “gaib” itu diduga atas dasar perintah Heri Kawul saat menyelewengkan DD Sugihwaras 2017 lalu. Tim penyidik Kejari Nganjuk pun melakukan dan mendatangi toko-toko tersebut.

Bahkan pemilik toko juga memberi bukti bahwa cap dan tanda tangan juga dipalsukan. “Dilihat dari nota pembelian, dan LPj yang dijadikan barang bukti ini tidak cocok,” jelasnya.

Berapa kerugian negara dari keterlibatan Rudi dan Sutrisno? Andie enggan membeberkannya. Menurutnya, fakta-fakta tersebut akan terbuka di persidangan nanti.

Untuk diketahui, Sutrisno pensiunan perangkat desa dan Rudi, kasi kesejahteraan. Keduanya dijadikan tersangka oleh Tim Penyidik Kejari Nganjuk pada Rabu (2/12) silam. Mereka juga pernah dijadikan saksi saat persidangan Heri Kawul pada Agustus 2020 silam.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia