Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Klaim Menang di MA, Sihat Minta Dilantik

12 Januari 2021, 12: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Sihat

BERI BUKTI: Sihat Rahajo menunjukkan salinan putusan MA terkait kemenangannya kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kasus sengketa pemilihan kepala desa (pilkades) Mojoduwur, Ngetos cukup panjang. Kemarin (11/1), Sihat Raharjo mengajukan surat permohonan agar dilantik sebagai kades terpilih untuk tahun 2019-2025 sesuai dengan putusan PTUN, PTTUN, hingga MA. Permohonan itu ditujukan ke polres, pemkab dan DPRD Nganjuk.

Kepada koran ini, Sihat meminta Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat agar melantik dirinya sebagai kades Mojoduwur yang sah. “Kasasi bupati ditolak,” katanya.

Putusan kasasi itu ditetapkan pada 14 Agustus 2020 lalu. Selama empat bulan menunggu, Sihat tak kunjung dilantik. Dalihnya, ia belum dilantik karena menunggu salinan resmi dari MA.

Pada Jumat (8/1) lalu Sihat mengklaim salinan putusan dari MA itu sudah dikirim ke dirinya lewat kuasa hukum dan juga Pemkab Nganjuk. Tidak ingin menunggu terlalu lama, Sihat memilih jemput bola mendatangi Pemkab Nganjuk. Dia bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Mokhamad Yasin. Dia juga mendatangi DPRD Nganjuk dan bertemu dengan Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono.

Ia menyerahkan berkas permohonan untuk segera dilantik. Berkas tersebut berisi tentang sengketanya dengan Jumali. Mulai dari putusan No. 51/G/2019/PTUN.SBY tanggal 3 September 2019; putusan No. 254/B/2019/PT.TUN.SBY tanggal 20 Januari; serta putusan MA RI No. 312 K/TUN/2020 tanggal 14 Agustus 2020.

Dalam kesempatan kemarin, Sihat meminta agar bupati mencabut Keputusan Bupati Nganjuk No. 188/270/K/411.012/2019 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Kepala Desa Mojoduwur, Ngetos. Ia meminta Bupati Nganjuk menerbitkan SK untuk pengesahan dan pengangkatan dirinya sebagai Kades Mojoduwur 2019-2025.

Menanggapi permintaan tersebut, Sekda Mokhamad Yasin akan menyampaikannya ke Bupati Novi sekaligus mengkaji permohonan dari Sihat.

“Iya, surat permohonannya sudah kami terima. Segera kami tindaklanjuti,” tandas Yasin sembari menyebut dirinya harus koordinasi dengan bagian hukum dan bagian pemerintahan.

Terpisah, Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengaku belum bisa menindaklanjuti surat tersebut lantaran belum menerima salinan fotokopi putusan MA. “Dasar kami adalah putusan MA,” tegasnya.

Dari putusan itu kelak akan dipelajari lagi langkah-langkah yang akan diambil. Biasanya, ada waktu yang dibatasi untuk pelaksanaan putusan.

Atas dasar putusan MA itu pula, Tatit bisa memanggil bupati serta mempertanyakan alasan belum melaksanakan putusan. Karena dalam permohonan itu tidak dilampirkan salinan putusan, Tatit belum bisa mengambil sikap.

Seperti diberitakan, sengketa Pilkades Mojoduwur terjadi setelah perolehan suara antara sihat dan Jumali sama yakni 833 suara. Tata cara penentuan pemenangan inilah yang kemudian disikapi hingga harus menempuh jalur hukum yang panjang. Sihat sudah menempuh PTUN, lalu melangkah ke PTTUN hingga terakhir ke MA.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia