Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Sumur Tercemar, Warga Takut Terkena DB

Genangan Air di Cengkok Meluas ke Prambon

12 Januari 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Banjir

BELUM SURUT: Luapan air bah di Desa Cengkok, Prambon yang belum surut selama tujuh hari terakhir kini meluas ke Desa Watudandang, Prambon yang bersebelahan. Warga gotong royong membersihkan saluran di Desa Cengkok yang dangkal (foto kanan). (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGRONGGOT,  JP Radar Nganjuk-Genangan air di Desa Cengkok, Prambon belum kunjung surut hingga kemarin. Bahkan, genangan air meluas ke Desa Watudandang, Prambon. Warga yang seminggu terkena luapan air bah pun mulai mengeluhkan kondisi sumur yang tercemar dan kekhawatiran terkena demam berdarah (DB).

Pantauan koran ini kemarin, genangan air masih memenuhi jalan Prambon-Papar tersebut. Demikian juga air di pekarangan rumah warga. Genangan di jalan raya juga didapati di Desa Watudandang, Prambon yang terletak di dekat Desa Cengkok.  

Gotong Royong

DARURAT: Camat Ngronggot M. Makrup mengecek warga yang gotong royong membersihkan saluran air di Desa Cengkok, Prambon. Pembersihan terhambat karena ada banyak titik yang tertutup bangunan permanen. (Rekian - radarkediri.id)

Di Watudandang, air bah tidak hanya menggenangi jalan. Melainkan juga menggenangi halaman kantor PT Pos dan Balai Pertemuan Desa Watudandang. Selebihnya, ada puluhan rumah warga di sana yang tergenang.

Ika Dewi Susanti, 17, warga Desa Watudandang, Prambon mengatakan, sejak air bah menggenangi rumahnya dua hari terakhir, air sumurnya berubah warga. “Sekarang air sumurnya jadi cokelat,” terangnya.

Meski air sumur sudah berwarna kecokelatan, Ika masih bersyukur air bah tidak masuk ke dalam rumah. Sebab, bangunan rumahnya lebih tinggi dari saluran air di lingkungannya. “Semoga airnya cepat surut,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Cengkok M. Kamsuri juga membenarkan tentang adanya sumur warga yang tercemar. Sebagian warga diakuinya mulai ketakutan terkena penyakit demam berdarah atau chikungunya. “Tetapi belum ada yang terkena demam berdarah atau chikungunya,” ujar Kamsuri terkait adanya belasan warga yang terkena luapan air bah selama seminggu terakhir tersebut.

Dengan adanya pencemaran di sumur warga, Kamsuri berharap ada tim kesehatan yang memantau desanya. Terutama meninjau air sumur warga yang sudah mulai tercemar selama tujuh hari terakhir. Hal tersebut untuk memastikan apakah air di sumur masih layak dikonsumsi atau tidak.

Sementara itu, menindaklanjuti keresahan warga, kemarin pihak desa

sudah mengajukan usulan perbaikan saluran pembuangan ke Pemkab Nganjuk. Selebihnya, mereka melakukan normalisasi saluran dengan mengajak warga gotong royong.

Diakui Kamsuri, normalisasi saluran tidak bisa maksimal karena hanya beberapa titik saja yang bisa dibongkar. “Banyak saluran yang diatasnya sudah ada bangunan permanen. Tidak bisa dibersihkan,” keluhnya tentang kondisi saluran yang dangkal dan menyempit itu.

Terpisah, Camat Ngronggot Mohamad Makrup yang meninjau lokasi kemarin pagi menyebutkan, saluran air di Cengkok merupakan aset desa. Meski demikian, menurut Makrup kecamatan akan berkoordinasi dengan Pemkab Nganjuk karena lokasinya berada di jalan alternatif ke Kabupaten Kediri. “Kalau sekarang digarap (diselesaikan desa, Red) rasanya tidak mungkin,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia