Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Bukit Longsor, Material Tutup Kebun

Muncul Retakan Tanah

11 Januari 2021, 14: 31: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

Longsor

BERBAHAYA: Kasun Nglarangan Suparno menunjukkan lokasi tebing yang longsor Jumat (8/1) lalu. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

LOCERET, JP Radar Nganjuk-Curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir tidak hanya membuat sejumlah rumah dan sawah terendam air bah. Melainkan, bukit di Dusun Nglarangan, Desa Bajulan, Loceret longsor Jumat (8/1) lalu. Bencana di sana jadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk karena di lokasi muncul belasan retakan tanah yang bisa mengakibatkan longsor susulan setiap saat.

Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, tebing yang longsor sepanjang 75 meter dengan ketinggian tebing sekitar 50 meter. Akibat ambrolnya tebing tersebut, material berupa tanah liat dan bebatuan memenuhi area perkebunan cengkih dan jagung di bawahnya.

Yang lebih membahayakan, di bukit saat ini ditemukan sekitar 15 titik retakan tanah. Yang terkecil retakan berdiameter sekitar dua sentimeter. Adapun yang paling lebar dengan diameter hingga 20 sentimeter. “Kedalamannya sekitar 50 sentimeter,” ujar Kasun Nglarangan Suparno yang kemarin menunjukkan lokasi longsor kepada petugas BPBD Nganjuk.

Longsor

RETAK: Ancaman bencana serupa masih mungkin terjadi karena di lokasi ditemukan belasan titik retakan tanah. (Rekian - radarkediri.id)

Melihat tingginya potensi longsor susulan, Parno menyebut pihaknya sudah mengeluarkan imbauan untuk warga setempat. Mereka dilarang beraktivitas di sekitar tebing yang muncul retakan tanah saat turun hujan. Demikian juga di bawahnya.

Lebih jauh Parno menjelaskan, retakan tanah di sana mulai jadi perhatian warga setelah lahan di bukit itu longsor Jumat (8/1) lalu. Kondisi sinyal ponsel yang sulit membuat kejadian tersebut baru dilaporkan Sabtu (9/1) lalu. Selanjutnya, kemarin petugas BPBD melakukan pengecekan lokasi.

Terkait penyebab longsor, Parno menduga bencana tersebut terjadi setelah wilayah Bajulan diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.“Lahan yang longsor ini milik warga,” lanjutnya.

Yang dikhawatirkan pemdes menurut Suparno adalah jika material tersebut menutupi sungai yang ada di bawahnya. Sebab, akan mengganggu pasokan air warga. Parno bersyukur longsor yang membuat lahan warga hanyut itu tidak memakan korban jiwa.

Terpisah, Tim Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Ahmad Afandi mengungkapkan, jarak lokasi longsor ke pemukiman warga terbilang masih jauh. Meski demikian, keberadaan belasan retakan tanah di sana bisa membahayakan warga. Sebab, bisa saja terjadi bencana longsor setiap saat. “Kalau retakan ini meluas, bisa sampai ke lokasi pemukiman,” terangnya.

Dalam kesempatan kemarin, Afandi dan timnya melakukan pemantauan untuk mengecek perkembangan retakan tanah di sekitar area longsor. Hasilnya, di beberapa titik dia menemukan banyak tanah yang ambles akibat pergeseran tanah.

Melihat kondisi tersebut, BPBD mengambil langkah pencegahan. Dia mendukung imbauan pemdes kepada warga agar tak beraktivitas di sekitar lokasi longsor. “Hasil peninjauan akan kami sampaikan ke pimpinan agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia