Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Panen Lebih Awal untuk Tekan Kerugian

Curah Hujan Tinggi, Brambang Mulai Lodoh

11 Januari 2021, 14: 07: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Panen

TAK MAKSIMAL: Pekerja memindahkan bawang merah yang dipanen di lahan Djumadi, 42, di Desa Sukorejo, Rejoso Kamis (7/1) lalu. (WAHYU ARI YULIANTO - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Kediri-Sejumlah petani bawang merah di Nganjuk memilih memanen lebih awal tanaman mereka. Pasalnya, banyak tanaman yang mulai lodoh atau busuk daunnya akibat curah hujan yang tinggi Januari ini.

Seperti dikatakan oleh Djumadi, 42. Petani asal Desa Sukorejo, Rejoso itu mengaku terpaksa memanen tanaman bawang merahnya meski masih usia 43 hari. “Seharusnya baru dipanen usia 60-70 hari,” ujarnya ditemui di lahannya, Kamis  (7/1) lalu.  

Opsi tersebut diambil karena sebagian tanaman brambangnya mulai lodoh atau busuk daunnya. Jika harus menunggu hingga usia 60-70 hari, dia khawatir kerusakan akan meluas. Sehingga, kerugian yang ditanggungnya lebih besar lagi.

Pria yang terbiasa menanam bawang merah ini menyadari betul risiko yang harus ditanggung saat menanam di musim hujan. Selain ancaman lodoh akibat serangan jamur, hasil panenan tak sebagus musim kemarau.

Itu terlihat dari panenannya Kamis lalu yang umbinya kecil-kecil. “Sebenarnya saya ingin menanam padi, tapi ternyata yang lainnya menanam brambang,” lanjutnya.

Dia pun terpaksa ikut menanam bawang merah lagi. Sebab, jika nekat menanam padi sendiri Djumadi khawatir tak bisa panen. Berdasar pengalaman sebelumnya, tanamannya bisa habis dimakan tikus dan burung.

Pantauan koran ini, hamparan sawah di Kecamatan Rejoso mayoritas memang ditanami bawang merah. Hanya sebagian kecil saja yang ditanami jenis lainnya. Petani nekat menanam umbi tersebut karena harga brambang sejak tahun 2020 lalu terus baik. 

Terpisah, Kabid Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk Agus Sulistyono mengatakan, pihaknya sudah memprediksi tentang serangan penyakit lodoh pada tanaman bawang merah di musim penghujan ini. “Brambang memang cocoknya ditanam di musim kemarau,” tuturnya.

Sejak awal menurut Agus dispertan sudah mengimbau para petani agar tak menanam brambang. Melainkan, mengganti tanamannya dengan padi atau tanaman lain yang cocok ditanam di musim hujan.

Bagaimana dengan tanaman bawang merah yang telanjur terkena penyakit lodoh? Agus menjelaskan, petani harus mencabut tanaman yang membusuk agar tak menular ke tanaman lainnya. Dengan cara itu, serangan penyakit bisa diminimalkan.

Sementara itu, sebagai salah satu sentra bawang merah di Indonesia, dispertan merupaya mengembangkan luasan tanaman brambang di Kota Angin. Termasuk mendorong penanaman bawang merah di Desa Bajulan, Loceret. Daerah di lereng gunung Wilis itu menurut Agus justri bisa menanam bawang merah di musim penghujan seperti sekarang. “Penyakit (lodoh) di sana jarang ditemukan,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia