Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Adaptasi Penerapan E-Kinerja di Pemkab Nganjuk

Unggah Bukti Kerja di Aplikasi

11 Januari 2021, 13: 41: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Kinerja

UNGGAH KINERJA: Kabid Diklat BKD Suratna mengisi kinerjanya di aplikasi e-Kinerja. Jika dia sudah lancar, banyak ASN tua yang masih kesulitan. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

Pemkab Nganjuk mulai menerapkan e-Kinerja Januari ini. Dengan sistem tersebut, pekerjaan PNS tidak hanya dinilai dengan absensi. Melainkan mereka harus mengunggah bukti pekerjaannya ke aplikasi agarbisa mendapat tunjangan kinerja (tukin) 100 persen.

Jika biasanya PNS cukup absen saat kedatangan dan pulang, e-Kinerja memuat teknis yang lebih rinci. “Kami harus meng-upload bukti pekerjaan selama 5,6 jam dalam sehari,” ujat Ta, salah satu PNS di Pemkab Nganjuk.

Tak hanya bukti berupa foto. Mereka juga harus membuat deskripsi pekerjaan yang dilakoni di aplikasi. Dari total delapan jam kerja, mayoritas pekerjaan harus dilaporkan di sistem agar mereka bisa mendapat tukin maksimal. 

Kinerja

Penerapan E-Kinerja (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Pelaporan yangmenggunakan IT, menjadi masalah bagi para PNS yang sudah tua. Mereka tak hanya kesulitan menggugah data dan foto di aplikasi e-Kinerja. Melainkan kesulitan membuat laporan secara rinci. “Biasanya dibantu PNS lain yang lebih muda. Tiap hari begitu karena tidak bisa,” lanjut perempuan yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan ini.

Hingga kemarin menurutnya tidak sedikit PNS yang masih kebingungan mengunggah laporan di e-Kinerja. Karenanya, jika biasanya mereka fokus bekerja, saat ini para PNS juga direpotkan dengan kegiatan mengunggah laporan berikut fotonya. “Kalau tidak nanti tidak mendapat tukin. Akhirnya semua mengejar tukin,” terangnya sembari menyebut belum tahu nilai tukin tahun ini.

Untuk diketahui, tukin dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) memang tak sedikit. Tahun lalu, pegawai eselon IV bisa mendapat TPP dan tukin sekitar Rp 5 juta dalam sebulan. Semakin kecil eselonnya, semakin banyak TPP dan tukin yang didapat.

Eselon II atau setara kepala dinas/badan yang memiliki kinerja baik bisa menghasilkan TPP dan tukin hingga belasan juta setiap bulannya. Jumlah tersebut belum termasuk gaji dan tunjangan lain.

Terkait hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nganjuk Sopingi mengatakan, hingga kemarin masih belum diketahui berapa jumlah besaran tukin. “Nanti akan diatur sesuai kelasnya,” katanya sembari menyebut ada 15 kelas tukin.

Sopingi menjelaskan, dalam tiga bulan pertama ini merupakan masa percobaan. Ribuan PNS, jelas Sopingi, diminta belajar mengunggah kinerja mereka tiap harinya dalam aplikasi e-kinerja.

Tiga bulan berikutnya, seluruh ASN Nganjuk ditargetkan sudah mandiri dalam pengisiannya. Dalam enam bulan pertama tahun ini, ditargetkan para ASN sudan rutin mengisi kinerja mereka di aplikasi.

Laporan kinerja yang dimasukkan oleh para ASN, beber Sopingi, nantinya akan diperiksa lagi oleh kepala seksi atau pejabat di tingkat atasnya. Rekap kinerja akan jadi patokan pemberian tukin.

Sopingi mengakui jika pengenalan penerapan e-Kinerja ini menghadapi kendala. Apalagi, selama ini pengenalan dilakukan secara daring. Untuk ASN berusia di atas 45 tahun yang masih gagap teknologi menurutnya terus didampingi.

Terpisah, Camat Ngluyu Sudjito mengakui jika hingga kemarin staf di Kecamatan Ngluyu masih belajar. “Belum semuanya (bisa mengisi, Red). Kami terus tahap belajar juga,” tuturnya.

Penerapan E-Kinerja:

-PNS harus mengunggah pekerjaan mereka selama 5,6 jam tiap harinya di aplikasi e-Kinerja

-Laporan berisi deskripsi pekerjaan lengkap dengan bukti berupa foto

-Kekurangan pengunggahan bukti kinerja di aplikasi akan berdampak pada tukin yang salurkan tiap bulan

-Besaran tukin 2021 masih digodok oleh tim Pemkab Nganjuk

Tentang E-Kinerja:

-         -TPP ASN diberikan sejak 2017 hanya melalui kedisiplinan kehadiran kerja, dan kinerja organisasi

-         -TPP dengan kehadiran akan dihapuskan, diganti dengan e-Kinerja

-         -Nantinya setiap ASN harus menyusun rencana kinerja dan melaporkan hasil kerja melalui aplikasi e-Kinerja

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia