Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
OBITUARI

KH Zaimuddin Badrus, Sosok Penyayang yang Tak Pernah Marah

11 Januari 2021, 13: 33: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

radar kediri

KH Zaimuddin Badrus (radar kediri)

Share this          

 KABUPATEN, JP Radar Kediri – Keluarga besar Pondok Pesantren Al Hikmah Purwoasri dirundung duka mendalam. Minggu kemarin (10/1) pengasuh ponpes KH Zaimuddin Badrus Sholeh mengembuskan napas terakhir. Sosok yang dikenal penyabar dan penyayang tersebut telah tiada sekitar pukul 00.30 di kediamannya.

Kabar berpulangnya putra pertama dari pendiri ponpes Al Hikmah KH Badrus Sholeh Arif tersebut dibenarkan oleh adik dari Abah Zaim, sapaan bagi almarhum.

”Meninggalnya kakak saya kemarin setengah satu di rumah,”ungkap KH Abdul Wachid Badrus.

Pria yang biasa disapa Abah Wachid tersebut menyebutkan bahwa meninggalnya sang kakak karena faktor usia. Saat meninggal dunia kemarin usia Abah Zaim sudah menginjak 70 tahun.

Dengan kondisi yang sudah sepuh itu, Abah Zaim sempat menderita sakit sejak empat bulan yang lalu. Selama itupula Abah Zaim sudah istirahat dari berbagai kegiatan. Termasuk kegiatan mengimami salat berjamaah.

Abah Wachid menyebutkan, jika kegiatan menjadi imam salat itu adalah keistimewaan Abah Zaim. Selama 37 tahun almarhum tidak berhenti untuk mengimami. Kecuali semenjak ia jatuh sakit empat bulan yang lalu.

“Itu keistimewaan beliau, selama 37 tahun selalu ngimami jamaah. Beliau istiqomah melakukannya,”ungkapnya.

Setelah ditinggal sang kakak, sedih cukup dirasakan oleh Abah Wachid. Bagaimana tidak, sosoknya begitu sayang terhadap adik-adiknya. Abah Wachid mengenang, semasa hidupnya ia selalu sabar dan tidak pernah marah. Bahkan selalu  mendengarkan adik-adiknya berbicara hingga selesai. Baru kemudian ia memberikan nasihat kepada adik-adiknya.

Kini sosok Abah Zaim, yang memiliki lima anak ini, telah dimakamkan di makam keluarga. Tepatnya di halaman belakang ponpes. Lokasi pemakaman tak pernah sepi dari peziarah sejak dimakamkan pada pukul 10.00 WIB kemarin. Orang-orang silih berganti datang untuk mendoakan almarhum. Di sekitar ponpes pun terlihat masih ada penjagaan oleh petugas keamanan.

“Meskipun sekarang lagi musim pandemi Covid-19, santri mau dihalang-halangi juga tidak bisa.  Mereka tetap saja datang (berziarah),” sambungnya. (luk/fud)

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia