Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Begini Kondisi Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182

Beredar Kabar DVI Polda Jatim Akan ke Pare

11 Januari 2021, 13: 12: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

korban sriwijaya air

TUNGGU KABAR: Dwi Agung, paman Rahmania. (M Didin Saputro - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Keluarga Rahmania Ekananda, salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang terbang bersama dua anaknya yang masih kecil dan pengasuhnya, Sabtu (9/1) lalu, masih dirundung cemas. Mereka terus menunggu perkembangan terakhir upaya pencarian pesawat yang diperkirakan jatuh di wilayah Kepulauan Seribu tersebut.

“Ibu masih terpukul.  Kami menunggu kabar dari suami dan adik Mbak Nia (panggilan Rahmania Ekananda, Red) yang sekarang ini (kemarin, Red) di Posko Bandara Soekarno-Hatta,” ucap Dwi Agung, paman Nia.

Rahmania dan kedua putrinya, adalah penumpang pesawat yang hilang kontak itu. Mereka berencana kembali ke Pontianak setelah ada urusan di Bekasi. Di Pontianak sudah menunggu suaminya, Kolonel Ahmad Khaidir, yang merupakan Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Supadio Pontianak.

Nia adalah warga asal Jalan Yos Sudarso, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Setelah menikah dia mengikuti sang suami. Sebelum di Pontianak dia tinggal di Bekasi. Di Pontianak suami Nia sudah bertugas selama setahun terakhir.

“Meski sudah pindah tapi masih sering ke Jakarta untuk membereskan barang-barang yang masih ada di sana,” terang Dwi.

korban sriwijaya rahmania

KENANGAN: Rahmania bersama dengan dua putrinya. ((DOKUMEN KELUARGA))

Selama di Jakarta, ibunda Rahmania, Nanik Mardiati Zarkasi, juga menyempatkan diri bertemu putrinya. Sebelum akhirnya Nanik kembali ke Pare karena dikabarkan Jakarta ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai hari ini (11/1). “Jadi ini ibu Mbak Nia juga baru datang dari Jakarta,” tambah adik kandung Nanik ini.

Ia mengatakan bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebenarnya dijadwalkan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 13.25 WIB. Hanya saja karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk terbang, pesawat mengalami penundaan terbang (delay) dan baru mengudara pukul 14.36 WIB.

Dalam penerbangan ini, pesawat mengangkut 43 penumpang dewasa, 7 penumpang anak, 3 penumpang bayi, dan 12 kru. Termasuk Rahmania Ekananda 40 tahun, bersama dua putrinya Faziala Amara, 6 tahun dan Fatimah Ashalina, 2,5 tahun.

Selain dua putri Rahmania, juga ada Dinda Amelia, 16 tahun yang merupakan pengasuh sang anak. “Kami hanya bisa pasrah dan menunggu kabar terbaik. Mohon doanya,” tutup Dwi.

Sementara hingga tadi malam, Minggu (10/1) Tim Search and Rescue (SAR) terus melakukan pencarian pesawat dan korban. Sejumlah pecahan pesawat dan bagian tubuh manusia telah ditemukan.

Temuan tersebut kemudian diserahkan kepada Disaster Victim Identification (DVI) Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diselidiki dan diperiksa. Bahkan, dari kabar terbaru, tim DVI dari Polda Jatim hari ini juga berencana akan melakukan identifikasi pada keluarga Rahmania di Tulungrejo, Pare.

Untuk diketahui, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta - Pontianak tersebut hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB. Kemudian dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11 ribu  kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13 ribu kaki. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia