Selasa, 19 Jan 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Rahmania, Korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Asal Kediri

11 Januari 2021, 12: 52: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

korban sriwijaya air

KENANGAN: Rahmania bersama dengan dua putrinya. (DOKUMEN KELUARGA)

Share this          

Nanik mencoba menelepon anaknya berkali-kali. Seharusnya saat itu sudah waktunya landing. Nahasnya, pesawat yang ditumpangi sang putri bersama dua cucunya hilang kontak.

MOCH. DIDIN SAPUTRO, Kabupaten, JP Radar Kediri.

“Om, sudah ada kabar dari Fika?” tanya perempuan berkacamata yang saat itu berada di pintu rumah. Om yang dimaksudnya adalah Dwi Agung, paman Rahmania Ekananda. Sedangkan suara yang bertanya itu adalah Nanik Mardiati Zarkasi, ibunda Rahmania, wanita yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Nanik masih terlihat syok. Wajahnya kebingungan. Pandangan matanya juga kosong. Ada lebam di sekitar matanya, sisa tangis yang tak kunjung berhenti memikirkan nasib sang anak.

Setelah bertanya itu Nanik duduk di teras rumahnya, di Jalan Yos Sudarso 78A, Desa Tulungrejo Pare. Tangannya menggenggam handphone. Seperti menunggu telepon dari Fika, putrinya yang lain. Saat itu Fika tengah berada di posko pelayanan keluarga korban kecelakaan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Seketika, Dwi bergegas menemui Nanik. Mengajaknya kembali masuk ke rumah. Pria itu menuntun sang kakak yang berusia 57 tahun itu.  

“Masih syok. Kasihan,” ujar Dwi yang memberitahukan bahwa kakaknya dalam kondisi drop setelah mendengar pesawat yang ditumpangi sang anak itu hilang kontak dan masih dalam pencarian.

Rahmania, korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 adalah putri sulung dari tiga bersaudara. “Mbak Fika putri kedua dan Mbak Nena putri ketiga. Sekarang (kemarin, Red) mereka sedang ada di posko bandara,” jelas pria 54 tahun tersebut.

Sesekali Dwi tak kuasa menahan air mata yang hendak keluar. Dia menahan dengan kedua tangannya yang menutup muka. Matanya memerah. Dia tak bisa menyembunyikan kesedihan mendalam. Apalagi mengenang sang keponakan. “Orangnya (Rahmania, Red) ramah, grapyak,” ungkapnya.

Memang, sepeninggal ayah Rahmania, H. Zarkasy, Dwi yang menjaga Nanik di rumah Tulungrejo. Dia menceritakan kabar terakhir Nanik menghubungi Rahmania.

“Ibu sempat WA (whatsapp) dan Mbak Nia bilang kalau delay setengah jam. Sedang tunggu pemberangkatan,” jelas Dwi.

Saat itu perkiraannya sampai di Pontianak, tujuan akhirnya, sekitar satu jam kemudian. Hanya saja, ketika dihubungi Nanik, gawai milik Rahmania tidak aktif. “Jam 3 (15.00 WIB, Red) punya fikiran kalau sudah tiba. Di telepon sudah tidak nyambung. Sekali, dua kali, tiga kali tidak bisa. HP cucunya juga tidak bisa,” tambah Dwi.

Setelah itu Nanik menghubungi menantunya, suami Rahmania. “Dan suami masih nangis. Dia bilang, istrinya di pesawat yang saat ini hilang kontak,” kata Dwi.

Dwi kemudian sempat browsing terkait kondisi pesawat nahas tersebut. Namun belum ada kabar dari media. Selanjutnya sebelum Maghrib, baru ada kabar bahwa pesawat benar-benar hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Duka mendalam juga dirasakan kerabat korban. Neny Sriwahyuni salah satunya. Sepupu Rahmania ini mengaku sangat kehilangan keluarga sekaligus teman ketika sekolah.

“Mbak Nia ini kakak kelasku saat SMP. Dulu saat masih sekolah saya sering dipinjami buku pelajaran. Anaknya pintar dan berprestasi,” ungkap Neny sambil berkaca-kaca.

Saat itu Rahmania bersekolah di SMP dan SMA favorit di Pare, SMPN 2 kemudian melanjutkan di SMAN 2 Pare. Neny juga mengenang kalau dia sering mampir di rumah Rahmania saat pulang les. Saat itu menempati rumah dinas di SMP/SMA Dharmawanita Pare. Karena saat itu juga ayah Rahmania menjabat sebagai kepala sekolah di SMP/SMA tersebut.

Ia menceritakan bahwa sebelum pandemi Rahmania sempat berkunjung ke Pare. Dia mengajak Neny ke Taman Ringinbudho, bersama kedua putrinya.  Sementara selama pandemi, Rahmania belum berkunjung ke Pare. Hingga saat ini. (fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia