Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom
SUDUT PANDANG

Jangan Menunggu Bencana Datang

10 Januari 2021, 17: 15: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Jangan Menunggu Bencana Datang

Share this          

Definisi banjir adalah keadaan suatu daerah yang tergenang oleh air dalam jumlah yang besar. Pengertian banjir ini tak mesyaratkan ketinggian air yang menggenang. Hanya menekankan pada kondisi tergenangnya suatu daerah oleh air dalam  jumlah besar.

Bila mengacu pada terminologi banjir di atas, maka kondisi yang menimpa beberapa titik di wilayah Kediri beberapa waktu lalu, baik di kota maupun kabupaten, sudah masuk kategori banjir. Meskipun sebagian pihak menganggap apa yang terjadi itu sebatas genangan saja.

Terlepas dari perdebatan apakah genangan yang terjadi itu banjir atau bukan, tetaplah kondisi di atas sebagai suatu hal yang tidak mengenakkan. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) sudah memasukkan hal itu dalam salah satu item bencana. Karena itu perlu penanganan yang simultan, tidak sekadar penanganan sporadis saja.

Pihak yang terkait, tentu saja pemerintah daerah, harus mencari akar persoalan dari kondisi banjir tersebut. Tak perlu terlalu menyalahkan derasnya curah hujan meskipun hal itu juga berpengaruh. Harus dilihat topografi dari wilayah yang sering terendam air ketika musim hujan tersebut.

Secara kasat mata, banjir yang terjadi akibat debit air yang terlalu banyak. Sementara air yang bisa langsung menuju kanal-kanal air tak sebanding dengan yang terus  berdatangan.

Problem ini seharusnya mudah untuk mengatasi. Setidaknya solusi yang harus dilakukan sudah ada. Namun, ternyata, problem ini terus berlarut-larut. Karena fakta di lapangan tak semudah seperti menyusun konsep membuat kanal air yang ideal.

Problem utama adalah pada sempitnya area pembuangan air. Meskipun pemkot misalnya, terus melakukan upaya revitalisasi kanal dengan membuat saluran pembuangan langsung ke Sungai Brantas, hasilnya tetap saja kurang maksimal. Titik genangan seperti yang ada di Jalan Brawijaya, yang nota bene sangat dekat dengan sungai, justru kian menjadi. Karena itu perlu solusi yang menyeluruh bagaimana mengatur drainase yang benar-benar efektif. Dan ini menjadi tugas pemerintah sebagai pengemban amanat rakyat.

Yang perlu diingat, problem genangan dan banjir ini bukan monopoli wilayah perkotaan yang padat penduduk. Toh, di beberapa wilayah Kabupaten Kediri yang area resapannya lebih luas, ternyata masih juga mendapat problem serupa. Beberapa permukiman di wilayah Kecamatan Banyakan dan Grogol terus mengalami situasi sulit ini. Demikian pula di permukiman-permukiman baru di wilayah perkotaan kabupaten. Area perumahan itu sebelumnya adalah area persawahan yang dijadikan fungsi permukiman. Nah, tentu ada yang salah dengan hal itu. Setidaknya perencanaan tentang drainasenya yang kurang maksimal.

Maka, lebih baik merencanakan dengan seksama agar menghindari bencana yang mungkin terjadi, dari pada harus berkutat pada kerepotan karena bencana kadung terjadi. Tentu saja harus dengan perencanaan matang sebelum memulai melangkah. Khususnya yang terkait dengan tata ruang dan tata wilayah. (*)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia