Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Buru DPO Kasus Pengeroyokan

09 Januari 2021, 12: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Kasus

PASRAH: Polisi menggelandang para tersangka pengeroyokan jelang rilis di Mapolres Nganjuk (7/1). (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Setelah mengamankan sembilan pelaku pengeroyokan yang membawa senjata tajam (sajam),  Tim Resmob Macan Wilis 19 Satreskrim Polres Nganjuk masih memburu dua daftar pencarian orang (DPO) kasus tersebut. Dua pelaku yang diduga masih di bawah umur itu melakukan pengeroyokan bersama DR, 17, pelaku asal Kecamatan Patianrowo.

Sesuai ciri-ciri yang diberikan DR, dua pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran itu diduga berumur 18 tahun. “Menurut keterangan tersangka (DR, Red), pelaku masih seumuran,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Nganjuk Iptu Sudarsini.

Lebih jauh perwira berambut pendek ini menjelaskan, penyidik unit PPA masih menggali keterkaitan antara DR dengan dua DPO tersebut. Selama beberapa kali pemeriksaan, DR mengaku tidak tahu nama asli dua pelaku meski mereka pernah melakukan pengeroyokan.

Alasannya, DR tidak mengenal dekat mereka. Apalagi, keduanya juga bukan teman sekolah pelajar tersebut. “Bukan tetangga juga. Makanya sekarang

masih dicari opsnal,” terangnya.

Seperti diberitakan, empat dari sembilan pelaku pengeroyokan yang diamankan Satreskrim Polres Nganjuk masih berstatus pelajar. Yakni, MF, 15, pelajar MTs; EW, 17, pelajar SMA; DR yang juga pelajar SMA, serta AM, 19, pelajar SMK. Dari keempatnya, polisi hanya menahan satu tersangka. Adapun tiga lainnya yang masih berusia 18 tahun ke bawah dikenakan wajib lapor.

Keempatnya melakukan pengeroyokan di sejumlah lokasi. DR melakukan pengeroyokan di Patianrowo dan Warujayeng. Adapun EW terlihat pengeroyokan di traffic light Baron, pada Selasa (29/12/2020) malam bersama pelaku lain.

Selanjutnya, MF, AM, dan EW juga terlibat pengeroyokan di traffic light Baron.  Dalam aksinya, para pelajar ini sudah berani berbuat nekat. Tak hanya membawa sajam, mereka juga berusaha mengaburkan identitas dengan memakai cadar dan menutup plat nomor kendaraannya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia