Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Tukang Becak Takut Diamuk Massa

09 Januari 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KARENA TAKUT: Pelaku tabrak lari (kaos oranye) tertunduk di samping Kapolres AKBP Lukman Cahyono saat ekspose kasus kemarin.

KARENA TAKUT: Pelaku tabrak lari (kaos oranye) tertunduk di samping Kapolres AKBP Lukman Cahyono saat ekspose kasus kemarin. (LU’LU’UL ISNAIANIYAH/JPRK)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - “Saya berhenti sebentar Pak. cuma satu menit. Habis itu saya takut dan jalan lagi.” itulah kata-kata yang meluncur dari mulut Didik Kuswanto, 56, warga Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang saat dipamerkan oleh Polres Kediri kemarin (8/1). Didik adalah pelaku tabrak lari di daerah Tepus, yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia (7/1).

Polisi berhasil menangkap pelaku beberapa jam setelah kejadian. Didik ditangkap Kamis malam (7/1) sekitar pukul 19.50. Penangkapan berlangsung di rumah pelaku, di Kota Malang. Saat ini Didik diamankan di Satlantas Polres Kediri.

Didik mengatakan, saat kejadian dia memang menyadari telah menabrak seseorang. Karena ketakutan dia memutuskan pergi dari lokasi kejadian tanpa bertanggung jawab.

Didik menjelaskan setelah kejdaian tersebut dia langsung pulang ke rumahnya. Juga tanpa melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. “Saya pulang ke rumah untuk menenangkan diri karena takut,” aku pria berkaca mata itu. Sesaat kemudian Didik langsung menangis.

Ia menjelaskan saat itu ia berasal dari rumah hendak menuju ke Tulungagung. Tujuannya untuk refreshing. Karena saat itu ia mengaku sedang memiliki banyak masalah sehingga memilih keluar dari rumah. Namun bukannya ketenangan yang ia dapatkan malah masalah yang dia peroleh. Ketakutan juga datang menghantuinya. Ketika menabrak Doto, dia mengaku jika saat itu sedang mengantuk.

Keberhasilan polisi menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 12 jam tak lepas dari upaya Unit lakalantas Polres Kediri. Mereka menggali informasi berdasarkan hasil keterangan saksi dan pantauan dari CCTV. Dari penyelidikan itu diketahui jika mobil tersebut bermerek Toyota Innova warna hitam dengan nopol N 77 YF.

“Kami berhasil mendapatkan identitas kendaraan dan pemilik. Kendaraan itu sudah berpindah tangan sebanyak empat kali. Yang terakhir dipegang oleh saudara DK,” terang Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, di hadapan awak media.

Ketika menuju ke rumah Didik, posisi mobil Innova tersebut berada di garasi rumahnya. Dengan kondisi kaca depan pecah dan bemper bagian depan sebelah kanan juga pecah. Selanjutnya polisi menginterogasi Didik.

Didik mengaku jika baru saja melakukan tabrak lari.“Pelaku mengaku saat itu sedang mengantuk dan tidak berhenti dikarenakan takut jika diamuk massa,” terang Lukman.

Diberitakan sebelumnya, Didik terlibat kecelakaan di Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem (7/1). Dia menabrak seorang tukang becak bernama  Doto, warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem hingga meninggal.

Akibat perbuatannya Didik akan dikenai pasal berlapis. Yakni Pasal 310 Undang-undang 2/2009 ayat 4 tentang akibat kelalaian mengakibatkan korbn mati. Dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun.

Dia juga diancam pasal 312 UU 22/2009 tentang orang yang terlibat laka lantas diwajibakan untuk berhenti dan memberikan pertolongan. Namun yang dilakukan Didik sebaliknya. Maka ia akan dikenai ancaman hukuman 3 tahun penjara. (luk/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia