Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tiga Bocah Terjangkit DBD, Langsung Fogging

09 Januari 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

BERASAP: Petugas dari Dinkes Kota Kediri melakukan fogging di RT 3/RW 3 Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto kemarin pagi.

BERASAP: Petugas dari Dinkes Kota Kediri melakukan fogging di RT 3/RW 3 Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto kemarin pagi. (ANDHIKA ATTAR/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri- Tiga bocah asal Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto terdeteksi terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Mendapati laporan tersebut, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri langsung melakukan fogging di lingkungan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, ketiga bocah yang masih SD tersebut tinggal di lingkungan yang hampir berdekatan. Ketiganya tercatat merupakan warga RT 3/RW 3 di kelurahan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kediri tersebut.

“Masing-masing hanya berjarak beberapa rumah saja,” ujar Ketua RW 3 Kelurahan Banjarmlati Sumarso kepada koran ini kemarin pagi.

Lebih lanjut, kejadian pertama di sana terjadi sekitar tiga minggu yang lalu. Yang mana masih tercatat pada akhir bulan Desember 2020. Korban nyamuk aedes aegypty tersebut langsung dilarikan ke RS hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

Namun, kasus tidak berhenti di situ. Seminggu lalu kembali ada laporan kedua kasus serupa di lokasi tersebut. Sama seperti sebelumnya, korban kedua juga telah dinyatakan sembuh. “Lalu tambah kasus ketiga,” imbuh Kepala Kelurahan Banjarmlati Nanang Jumari.

Berdasarkan keterangan Nanang, gejala yang dirasakan korban ketiga ini sama persis dengan dua kasus sebelumnya. Yakni mengeluh demam tinggi. Namun, pihak keluarga sempat curiga bahwa gejala tersebut merupakan Covid-19. Terlebih dengan kondisi pandemi sekarang ini.

Hanya saja, saat dilarikan ke RS pihak medis memastikan bahwa yang bersangkutan terjangkit DBD. Nanang mengatakan bahwa korban ketiga tersebut masih dirawat intensif. “Dua sudah pulang dari RS dan dinyatakan sembuh. Tinggal satu yang belum,” sambungnya.

Mendapati kejadian tersebut di wilayah kerjanya, Nanang pun langsung berkoordinasi dengan puskesmas setempat dan Dinkes Kota Kediri. Hingga akhirnya dilakukan fogging di lingkungan tersebut. Tercatat, ada sekitar 80 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sana. Dengan jumlah jiwa mencapai sekitar 300 orang.

Nanang mengaku setelah adanya pengasapan tersebut pihaknya akan lanjut menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkala. Termasuk mengampanyekan program 3M plus. Pihaknya menyadari bahwa fogging bukanlah upaya pencegahan. Melainkan sebuah upaya untuk memutus rantai penyebaran penyakit jika telah muncul kasus.

“Oleh karena itu, kami akan lebih waspada lagi dalam menjaga lingkungan sekitar. Termasuk menggalakkan 3M plus dan PSN,” tandas Nanang.

Untuk diketahui, ada beberapa kelurahan di Kota Kediri yang telah dilakukan upaya fogging tersebut. Antara lain di Kelurahan Mrican, Ngampel, dan Mojoroto. Tak hanya itu, terbaru fogging dilakukan di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren. (tar/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia