Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Sulit Air Bersih Ancam Warga Besowo

08 Januari 2021, 17: 05: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

RUSAK : Legimin menunjukkan dam penampung air di Desa Besowo, Kecamatan Kepung yang jebol akibat terjangan banjir pada Rabu (6/1) malam.

RUSAK : Legimin menunjukkan dam penampung air di Desa Besowo, Kecamatan Kepung yang jebol akibat terjangan banjir pada Rabu (6/1) malam. (MOCH. DIDIN SAPUTRO/ JPRK)

Share this          

Dampak lain akibat hujan deras sepanjang Rabu (6/1) malam adalah banjir besar yang terjadi di lereng utara Gunung Kelud. Ironisnya, selain merusak jembatan dan menutup aliran sungai, banjir juga membuat dam penampung air bersih untuk warga Desa Besowo, Kecamatan Kepung rusak parah. Bahkan, pipa besi digunakan untuk mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga terputus.

Situasi ini jelas buruk bagi warga Besowo. Mereka pun terancam kekurangan suplai air bersih saat musim hujan seperti sekarang.

Kejadian seperti itu sebenarnya bukan yang pertama. Beberapa kali fasilitas air bersih warga di lereng Kelud ini sempat rusak. Namun, kali ini merupakan yang terparah.

“Ini yang paling parah. Setelah kami tinjau, pipanya putus,” aku Kepala Desa Besowo Suyanto.

Kerusakan akibat banjir kemarin merupakan yang terparah sejak letusan Gunung Kelud pada 2014 silam. Saat itu imbas letusan juga berdampak pada penampung air. Tapi tidak separah kali ini. Hanya menyumbat saluran saja tidak sampai merusak bangunan seperti sekarang.

Pipa yang putus tersebut berfungsi sebagai saluran air ke penampungan yang mengarah ke permukiman warga. Hampir seluruh warga Desa Besowo memanfaatkan air dari penampungan yang ada di lereng Kelud tersebut untuk keperluan air bersih sehari-hari. Dari delapan dusun di Besowo, setidaknya ada enam dusun yang semuanya menggunakan air dari tempat penampung ini. Yakni Dusun Sidodadi, Besowo Timur, Kentheng Barat, Kentheng Timur, Krajan, dan Sabiyu Sumberjo. Enam dusun tersebut memiliki sekitar 6.700 penduduk. Sedangkan total penduduk Desa Besowo adalah 8 ribu jiwa.

 “Enam dusun tersebut kemungkinan yang akan mengalami kekurangan air bersih,” sebut Yanto ketika ditemui Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Sementara dua dusun, yakni Sekuning dan Jaban telah memiliki fasilitas program penyediaan air minum dan sanitasi masyarakat (pamsimas). Dua dusun itu tak terimbas  langsung dengan kondisi rusaknya penampung air tersebut.

Kemarin, pihak pemerintah desa (pemdes) dan Kecamatan Kepung sudah melakukan peninjuaan ke lokasi kerusakan penampung air. Termasuk ke sejumlah jembatan di Desa Besowo yang juga mengalami halserupa, tersumbat material kayu. Pihak pemdes berharap pemerintah daerah bisa segera menangani masalah tersebut. Sehingga waga Desa Besowo tidak mengalami kecemasan terkait air minum.

Dalam waktu dekat, dari hasil koordinasi dengan kecamatan, yang akan dilakukan pemerintah desa dan Kecamatan Kepung adalah dengan membuat talang gantung. Itu sebagai solusi mengalirkan air dari DAM ke penampungan.

“Paling tidak itu bisa untuk cuci dan mandi. Sementara untuk air minum kemungkinan akan menunggu droping air bersih,” sebutnya. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia