Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Masih Kejar Mobil Pelaku

Tabrak Lari, Tukang Becak Tewas di Tempat

08 Januari 2021, 17: 00: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

Masih Kejar Mobil Pelaku

Masih Kejar Mobil Pelaku (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Insiden tabrak lari terjadi di perbatasan antara wilayah Kota dan Kabupaten Kediri kemarin (7/1). Mengakibatkan seorang korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara, hingga berita ini ditulis sang penabrak belum diketahui identitasnya. Masih dalam pengejaran polisi.

Tabrak lari yang berlangsung pukul 08.15 itu berlokasi di Desa Tepus, Kecamatan Ngasem. Korbannya adalah seorang penarik becak bernama Doto, 70, warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem. Doto dan becaknya ditabrak dari belakang oleh mobil yang diidentifikasi sebagai Toyota Innova berplat N.

“Ini tadi sempat mencelat ke atas mobil, terus anak-anak mengejar,” terang Kur Musyafir, 72, yang menjadi salah satu saksi mata.

Kur pula yang mengatakan bahwa kerasnya tabrakan membuat kaca depan mobil penabrak pecah. Demikian pula dengan bemper kanan yang mengalami rusak.

Saksi mata lain mengatakan, korban terlihat berada di dekat marka jalan sebelum tertabrak. Diperkirakan dia hendak menyeberang jalan. “Semua (becak dan mobil penabrak, Red) tadi dari arah utara. Setelah nabrak mobil tadi ambil arah kiri,” terang Tomi, 38, saksi lain.

Menurut keterangan beberapa saksi mata, mobil penabrak yang disebut berwarna hitam itu sempat berhenti sebentar. Namun, mobil itu kemudian segera melaju kencang lagi ke selatan.

“Saat itu jalanan sepi. Saya sempat berteriak, terus ada satu motor mengejar (mobil pelaku),” tambah Devi  Devina, 33, penjual susu  di dekat lokasi.

Mobil polisi kemudian datang sekitar pukul 08.30. Korban kemudian dievakuasi. Selama proses evakuasi yang berlangsung sekitar lima menit, arus lalu lintas sempat dihentikan. Korban kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara.

Keluarga korban, yang ditemui di rumah sakit, terlihat shock dengan kejadian itu. Giman, anak korban, tak kuasa menahan kesedihan. Beberapa kali dia terlihat mengucap kata-kata ya Allah dengan lirih. Sembari meletakkan tangan ke dadanya.

Menurut Giman, ayahnya tak pernah jauh saat menarik becak. “Ya hanya di sekitaran Tepus dan pertigaan Kuwak sini,” akunya.

Giman berharap pelaku tabrak lari pada ayahnya itu segera tertangkap. Dia meminta polisi terus mengejar pelaku yang tidak bertanggung jawab tersebut. “Saya berharap penabrak ayah saya segera tertangkap dan mendapat hukuman setimpal,” ucapnya sembari menahan kesedihan.

Sementara itu, hingga tadi malam polisi belum berhasil menangkap pelaku tabrak lari tersebut. “Hingga saat ini (tadi malam, Red) kami masih dalam proses penyelidikan. Data kendaraan pelaku juga sudah kami kantongi,” aku Kanit Laka Satlantas Polres Kediri Ipda Aris Wigiarto ketika dikonfirmasi tadi malam.

Aris enggan menyebutkan detil nomor polisi mobil penabrak. Polisi tidak mau pelaku mengubah identitas mobilnya untuk menghindari kejaran polisi. (c1/c3/fud)

Tabrak, Berhenti, Melarikan Diri

1.    Pukul 08.15 Doto melajukan becaknya dari arah Tepus ke Jalan A Yani, di dekat markas Batalyon 521.

2.    Pada saat tiba di dekat tugu batas kota, Doto mengayuh becaknya lebih ke tengah, hendak menyeberang ke barat.

3.    Tiba-tiba dari belakang datang Toyota Innova dan  langsung menabrak korban hingga terpental beberapa meter.

4.    Mobil sempat berhenti. Diperkirakan pengendara panik karena beberapa orang berteriak-teriak minta tolong. Pengendara mobil itu kemudian melajukan mobilnya lagi ke utara.

Sumber : Keterangan beberapa saksi mata

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia