Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Dirjen Hortikultura Pastikan Ketersediaan Cabai di Kediri

Panen Tertunda Libur Nataru

07 Januari 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

LUAS : Dirjen Hortikultura meninjau areal pertanaman cabai di Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten kemarin.

LUAS : Dirjen Hortikultura meninjau areal pertanaman cabai di Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten kemarin. (Dispertabun for JPRK)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Kenaikan harga cabai dianggap masih dalam tahap wajar. Kenaikan harga ini juga tidak akan berlanjut pada krisis yang lebih besar. Sebab, ketersediaan cabai di Kediri masih mencukupi tingkat kebutuhan yang ada.

Pelonjakan harga cabai tersebut disebabkan beberapa faktor eksternal. Selain faktor cuaca, juga sempat tertundanya masa panen saat akhir tahun lalu.

Penilaian itu muncul dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura Prihasto Setyanto yang melakukan kunjungan ke sejumlah sentra produksi tanaman cabai di Kediri kemarin.

Yang menjadi lokasi kunjungan Direktur Jenderal Hortikultura beserta stafnya kemarin pagi adalah Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung dan Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten. Prihasto mengungkapkan bahwa potensi cabai di Kediri masih luar biasa.

“Kami ingin memastikan bahwa produksi cabai rawit dan merah besar masih tersedia atau tidak? Apalagi ini harga kan terus merangkak naik,” ujar Prihasto di sela-sela kunjungannya.

Berdasarkan tinjauannya, ia menyebut bahwa produksi cabai di Kediri masih melimpah. Areal pertanaman cabai di Kediri juga masih cukup luas. Sehingga diperkirakan hal tersebut masih bisa mencukupi kebutuhan cabai khususnya di Jawa Timur.

Prihasto mengungkapkan ada beberapa alasan naiknya harga cabai belakangan ini. Selain faktor cuaca yang mengakibatkan beberapa daerah banjir dan gagal panen, juga sempat terhambatnya panen di akhir tahun lalu.

“Dan memang ada sedikit hambatan karena saat Nataru, ada penundaan petik. Karena petani ikut berlibur di akhir tahun,” terangnya.

Cuaca ekstrem, tambah Prihasto, memang berdampak pada areal persawahan. Khususnya adalah daerah yang rawan banjir. Dia terus mendorong petani untuk melakukan produksi cabai secara kontiyu. Termasuk saat ini. Terutama saat harga melonjak. Yang jelas dengan tingginya harga juga akan berdampak pada petani yang bisa menikmati hasil panen mereka.

“Saya minta petani terus melakukan budi daya dan mendorong pertanamannya. Kemudian pemerintah membantu menyuport dengan bantuan-bantuan yang diberikan kepada petani,” pesannya.

Bantuan yang selama ini sering didistribusikan baik benih, sarana produksi, pengolahan. “Dan yang kurang modal manfaatkan kredit usaha rakyat,” tambahnya.

Terkait batasan harga bawah yang selama ini dikeluhkan petani, ia menyebut bahwa memang itu karena adanya mekanisme pasar. Akan tetapi, pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah memberikan bantuan untuk menyediakan bantuan sarana pengolahan. Bagi yang tidak laku bisa diolah cabainya. Kalau tunda jual, bisa disimpan di gudang penyimpanan. Demikian pula bila distribusi ke luar Jawa maka akan difasilitasi.

“Namun yang harus di depan adalah dinas pertanian daerah. Dinas Pertanian Kabupaten Kediri yang harus di depan untuk mengkoordinasi itu semua, ” pungkasnya. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia