Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Selamatkan Pohon Induk, Perbanyak Hibah Bibit

04 Januari 2021, 16: 44: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

BANYAK PEMINAT: Pemilik mangga podang saat antre menyetor hasil kebunnya ke pengepul di Pasar Banyakan sebelum dipasarkan (2/1).

BANYAK PEMINAT: Pemilik mangga podang saat antre menyetor hasil kebunnya ke pengepul di Pasar Banyakan sebelum dipasarkan (2/1). (DEVIN RIZQI DWINANTIKA/JPRK)

Share this          

Berkurangnya lahan produksi mangga podang telah diantisipasi sejak dini oleh pemerintah. Beberapa program menjadi prioritas dalam menjaga keberlanjutan produk mangga unggulan Kabupaten Kediri ini. Yang paling utama adalah penyelamatan pohon induk.

Pembangunan bandara yang berdampak pada berkurangnya lahan mangga podang memang sempat menjadi kekhawatiran sejumlah pihak. Meskipun demikian, pengurangan itu dinilai tak terlalu signifikan. Hanya sebagian kecil dari seluruh lahan produksi saja. Apalagi hal itu tertutupi oleh upaya berkelanjutan pemkab dalam penyelamatan varietas mangga ini.

“Kami tiap tahun ada hibah bibit mangga podang untuk penyelamatan varietas,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Anang Widodo.

(ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Ia menyebut, untuk kawasan produksi mangga podang tidak terfokus di lereng Wilis sisi utara saja. Atau di wilayah sekitar bandara. Namun untuk sebarannya ada di seluruh kecamatan di lereng Wilis. Termasuk Kecamatan Semen dan Kecamatan Mojo yang secara langsung tidak terdampak pembangunan bandara.

Bahkan, kata Anang, tidak hanya perbanyakan pohon di beberapa wilayah saja.  Upaya lain adalah penyelamatan indukan. “Pohon induk sudah kita lindungi,” jelasnya.

Menurutnya beberapa langkah tersebut adalah salah satu strategi penyelamatan plasma nutfah unggul lokal Kediri. Selain dari sisi produksi dan budi daya, pemerintah juga punya strategi untuk pemasaran. Sebab, meski produksi tinggi, jika pemasaran kurang baik maka hasilnya juga tidak akan maksimal.

“Kini semua produk terkendala pada pasar, untuk saat ini pendekatan sekarang itu market driven dahulu,” ungkapnya.

Sejauh ini untuk teknologi olahan dan budidaya memang sudah berkembang. Tapi ada hal lain yang masih terus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas produk unggulan yang punya rasa nano-nano atau asam manis tersebut.

“Teknnik pembungaan dan  pematangan buah, serta sortasi grading pada pascapanen itu yang akan kami perbaiki. Sehingga bisa meningkatkan kelas buah. Termasuk packaging yang baik juga,” terangnya.

Selama ini pemerintah menilai bahwa pengoperasian Bandara Kediri ke depan  justru akan berdampak positif pada perkembangan usaha di Kabupaten Kediri. Termasuk adalah mangga podang. Alasannya, dengan adanya bandara ini bakal menarik minat banyak pengunjung datang ke Kediri. Sehingga secara tidak langsung akan lebih mengenalkan produk unggulan khas lereng Wilis tersebut. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia