Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Dorong Penyelesaian Proyek Strategis Nasional Bendungan Semantok

29 Desember 2020, 11: 19: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Semantok

UNTUK WARGA NGANJUK: Pengerjaan beberapa bagian proyek strategis nasional bendungan Semantok di Desa Sambikerep, Rejoso difoto dari udara. (Dokumen Bappeda Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemkab Nganjuk menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) bendungan Semantok. Selain menyiapkan lahan relokasi seluas puluhan hektare untuk warga terdampak, Pemkab Nganjuk melalui badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) juga mendorong agar pengadaan tanah segera tuntas dan warga terdampak mendapat nilai ganti rugi yang layak.

Rabu (23/12) lalu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar rapat evaluasi membahas progres pengadaan tanah untuk bendungan Semantok. “Rapat membahas perkembangan pengadaan tanah. Termasuk rencana appraisal ulang lahan warga terdampak Bendungan Semantok,” ujar Kepala Bappeda Adam Muharto.

Sesuai komitmen Bupati Novi Rahman Hidhayat, jelas Adam, pemkab mendorong agar warga mendapatkan nilai ganti rugi yang layak. Karenanya, setelah menempuh beberapa tahapan, pemkab tetap berusaha memfasilitasi agar ratusan kepala keluarga (KK) warga terdampak mendapatkan harga yang lebih baik dibanding appraisal pertama.

Semantok

JADI PERHATIAN: Staf Khusus Wapres Bidang Infrastruktur dan Investasi Dr Sukriyansah S. Latief  (batik merah)memimpin rapat bersama bappeda dan BBWS membahas progres bendungan Semantok. (Dokumen Bappeda Nganjuk for radarkediri.id)

Adam menjelaskan, pengadaan tanah Bendungan Semantok memegang peranan penting dalam realisasi proyek strategis nasional tersebut. Sebab, selama ini pengadaan tanah yang belum tuntas jadi penghambat pembangunan bendungan.

Karenanya, pemkab akan berupaya memfasilitasi dialog dengan berbagai pihak agar tahap ini berjalan lancar. “Saat ini progres fisik bendungan sekitar 63 persen. Kalau pengadaan tanah tuntas, bisa dilakukan percepatan realisasi fisik,” jelas Adam.

Selain mendorong penyelesaian pengadaan tanah, Adam menjelaskan, pemkab juga melanjutkan pengurukan lahan relokasi bendungan Semantok. Tahun depan pemkab menganggarkan Rp 32 miliar untuk pengurukan lahan relokasi tahap II.

Dengan dana tersebut, menurut Adam pengurukan lahan relokasi terdampak Semantok seluas total 39,7 hektare akan tuntas. “Pengurukan dilakukan oleh DPRKPP (dinas perumahan rakyat, kawasan permukiman dan pertanahan, Red),” tutur Adam sembari menyebut pengurukan yang membutuhkan tanah sekitar 90 ribu meter kubik itu tuntas tahun depan.

Untuk diketahui, tahun ini Pemkab Nganjuk telah melakukan pengurukan lahan relokasi seluas tiga hektare dengan dana Rp 7,12 miliar. Lahan seluas 36,7 hektare sisanya akan diuruk tahun depan dengan dana Rp 32 miliar.

Jika proyek pengurukan lahan relokasi dan pengadaan tanah untuk bendungan Semantok selesai bersamaan, Adam optimistis proyek tersebut bisa diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 seperti yang sudah direncanakan. “Proyek ini sangat bermanfaat untuk warga Nganjuk. Baik di bidang pertanian maupun mendorong pengembangan perekonomian,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Novi Rahman Hidhayat juga menyatakan komitmennya untuk melakukan percepatan pembangunan bendungan Semantok. “Progres fisik lancar. Kami berupaya mendukung agar proyek bisa selesai tepat waktu,” tandasnya.

Dukung Penyelesaian Bendungan Semantok:

-Pemkab melakukan pengurukan lahan relokasi warga terdampak Semantok seluas tiga hektare tahun ini

-Melanjutkan pengurukan lahan seluas 36,7 hektare tahun depan

-Memfasilitasi percepatan pengadaan tanah untuk bendungan Semantok

-Mendorong agar warga terdampak mendapat nilai ganti rugi yang layak

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia