Minggu, 24 Jan 2021
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Terompet Tahun Baru dan Korona

27 Desember 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Terompet Tahun  Baru dan Korona

Terompet Tahun Baru dan Korona (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

Hari ini (27/12), Minggu terakhir di tahun 2020. Tahun yang diliputi suasana duka karena pandemi SARS CoV2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2) melanda. Itu sindrom pernapasan akut parah yang menyebabkan penyakit Corona Virus Disease di akhir 2019 (Covid-19).

         Hingga pengujung tahun ini kondisi kelam itu belum tenggelam. Belum tampak tanda-tanda mereda. Bahkan, malah kian parah. Warga yang terkonfirmasi positif terjangkit virus ini masih bertambah. Status Kabupaten Kediri pun masuk zona merah.

         Karena itu perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) yang biasanya gegap gempita di pengujung tahun diperingati penuh keterbatasan. Ibadah umat Nasrani pun berlangsung dengan kesahajaan. Tak semua bisa datang ke gereja. Sebagian harus mengikuti peribadatan secara daring. Meski begitu tak mengurangi kekhidmatannya.

         Begitu pula perayaan sambut tahun baru 2021. Tak seperti dulu. Kali ini tanpa pesta. Tak ada konvoi dan kembang api. Aktivitas warga pun terbatasi. Pemerintah mengimbau tak keluar kota. Lebih aman di rumah saja. Tempat wisata dan hiburan ditutup sementara. Sehingga potensi kerumunan massa dapat dicegah.

Ini upaya membendung penyebaran wabah sekaligus melindungi masyarakat tetap sehat. Namun ikhtiar tersebut tak akan berarti apa-apa bila tak ada yang taat. Percuma saja jika tetap ada yang nekat. Menganggap pandemi tak ada dan abai terhadapnya.

         Karena itu, jika ingin badai korona segera berlalu, tak ada jalan lain untuk menjaga imunitas dan kesehatan diri. Menjaga keluarga, kerabat, sahabat, tetangga, dan orang lain dengan menaati protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak (physical distancing).

         Jangan lupa bahagia. Maka tak ada salahnya menyambut Tahun Baru 2021 dengan gembira. Tiup terompet pun boleh saja. Tetapi akan lebih bermakna bila memeringatinya dengan merefleksi dan introspeksi diri. (*)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia