Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
icon-featured
Politik

Ribuan Jamaah Thoriqoh Kediri Barat Dukung Mas Dhito

Bisyaroh Guru Madin dan TPQ Jadi Magnet

27 November 2020, 14: 03: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

DUKUNGAN TOKOH AGAMA: Mas Dhito menghadiri deklarasi dukungan ribuan jamaah thoriqoh Kediri Barat kemarin.

DUKUNGAN TOKOH AGAMA: Mas Dhito menghadiri deklarasi dukungan ribuan jamaah thoriqoh Kediri Barat kemarin. (OTHOR FOR JPRK)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Program-program Calon Bupati (Cabup) Hanindhito Himawan Pramana dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Dewi Mariya Ulfa memikat para kiai dan santri. Terbukti, dukungan kepada Mas Dhito dan Mbak Dewi dari kalangan kiai terus mengalir. Kemarin, tokoh agama dan Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah Kecamatan Grogol, Tarokan, dan Banyakan melakukan deklarasi dukungannya kepada Mas Dhito dan Mbak Dewi. “Bismillahirrahmanirrahim, kami Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur Ikatan Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah dan tokoh agama Grogol, Tarokan dan Banyakan siap mendukung dan memenangkan Mas Dhito dan Mbak Dewi,” ujarnya dalam deklarasi.

Menurut KH Abdul Qodir Junaedi atau yang akrab disapa Gus Jajun, pengasuh Ponpes dan Pendidikan Al Harun Grogol, program-program Mas Dhito untuk ponpes sangat bagus. Program-program tersebut, antara lain bisyaroh untuk guru madin dan TPQ. Kemudian, pesantrenpreuneurship untuk mencetak para santri menjadi pengusaha andal setelah lulus dari ponpes. Di program ini, Mas Dhito akan menggandeng pihak ketiga agar santri benar-benar bisa menjadi pengusaha andal. Lalu, bantuan operasional ponpes yang akan diberikan setiap tahun secara bergilir. Bantuan operasional ponpes akan diberikan secara bergilir karena tidak boleh diberikan di satu ponpes berturut-turut setiap tahun. “Maaf iya, programnya (Mas Dhito) tidak sama seperti bupati-bupati kemarin, kelihatannya ini fokus ke pondok pesantrennya lebih banyak,” ujarnya.

Gus Jajun berharap, Mas Dhito dan Mbak Dewi bisa terpilih di Pilbup Kediri pada 9 Desember 2020. Sehingga, program-program prorakyat dan ponpes bisa segera terlaksana. “Semoga Kabupaten Kediri selangkah lebih maju,” harapnya.

Menurut Gus Jajun yang juga Ketua DPD Jamaah Thoriqoh Kediri Barat, di Kabupaten Kediri ada puluhan ribu jamaah thoriqoh. Untuk wilayah Kediri Barat sendiri ada sekitar 2.000 jamaah. “Saya kira jamaah thariqah itu tidak sama dengan jamaah yang lain. Jika kiainya sudah mengatakan dukunganya, biasanya jamaahnya itu ikut. Mungkin sekeluarganya juga ikut,” ungkapnya.  

Sementara itu, Mas Dhito mengapresiasi dengan dukungan dari tokoh agama dan para kia yang ada di Kabupaten Kediri, termasuk dari Kecamatan Grogol, Banyakan, dan Tarokan. “Kabupaten Kediri itu tidak bisa dipisahkan antara pemkab dengan pondok pesantren. Kami saling membutuhkan dan harus bersinergi untuk mewujudkan Kabupaten Kediri yang lebih baik,” ungkapnya.

Apalagi, kata Mas Dhito, Kabupaten Kediri akan memiliki bandara. Multiplier effect akan dialami masyarakat Kabupaten Kediri. Peran tokoh agama sangat penting untuk menjadi benteng bagi generasi muda di Kabupaten Kediri. Karena dengan adanya bandara internasional, budaya barat akan masuk ke Kabupaten Kediri. “Masukan atau saran dari para tokoh agama ini sangat penting bagi saya dan Mbak Dewi jika diberi amanah memimpin Kabupaten Kediri,” ujarnya. (tyo)  

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news