Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Perketat Prosedur KB untuk Cegah Korona

Lakukan Sosialisasi Secara Daring

25 November 2020, 14: 40: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

KB

MENCUKUPI: Salah satu petugas dinas PPKB menunjukkan stok chlorine yang biasa didistribusikan ke puskesmas bersama alat kontrasepsi. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) melakukan berbagai cara untuk memastikan program KB tetap berjalan dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Salah satunya, dengan menerapkan prosedur ketat sebelum pelaksanaan KB. Terutama untuk KB jangka panjang.

Kepala Dinas PPKB Nganjuk Widyasti Sidhartini mengatakan, sebelum pandemi calon peserta KB hanya menjalani pemeriksaan kesehatan biasa. Misalnya, tekanan darah dan pemeriksaan rutin lainnya. “Selama pandemi ini kami terapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain melindungi peserta KB juga untuk melindungi tenaga kesehatannya,” ujar Widyasti.

Setidaknya ada empat tahap pemeriksaan yang harus dilakoni peserta KB. Mulai dengan mengikuti rapid test atau tes cepat. Kemudian, rontgen paru-paru, pemeriksaan thorax, pemeriksaan darah, dan cek kesehatan.

Baca juga: Kiai dan Bu Nyai Kecamatan Gurah Dukung Mas Dhito

Jika dari hasil serangkaian pemeriksaan itu semuanya dinyatakan bagus, pasien bisa mengikuti KB. Terutama untuk metode operasi wanita (MOW) maupun metode operasi pria (MOP). “Kalau hasil tes kesehatan tidak memungkinkan, tidak bisa mengikuti KB lebih dulu,” lanjutnya.

Tak hanya menerapkan pemeriksaan kesehatan secara ketat, Widyasti menyebut pandemi Covid-19 juga membuat dinas PPKB mengubah teknik sosialisasi. Jika biasanya para kader melakukan sosialisasi dengan mendatangi rumah pasangan usia subur secara langsung, saat ini diubah menjadi dalam jaringan (daring).

Para kader, jelas Widyasti, membuat grup-grup di WhatsApp yang berisi pasangan binaan mereka. Lewat grup itulah, para kader memberikan konseling seputar KB. “Kalau ada yang ingin konsultasi pribadi bisa lewat chat,” jelasnya.

Selama pandemi, tutur Widyasti, dinas PPKB juga memberi keleluasaan kepada kader untuk memberikan alat kontrasepsi jenis kondom dan pil KB kepada masyarakat. Syaratnya, pemberian alat kontrasepsi itu harus dalam pengawasan bidan setempat.

Beberapa terobosan tersebut, menurut Wid dilakukan agar tidak ada pasangan yang drop out (DO) KB selama pandemi. Perempuan berjilbab itu menyadari, potensi untuk DO selama pandemi ini sangat tinggi. “Makanya harus kami cegah dengan beberapa langkah tadi,” tandasnya.   

Kabid KB Alwiyah Supu Yusuf menambahkan, hingga November ini dinas PPKB masih terus melakukan pengiriman alat kontrasepsi ke sejumlah kecamatan. Rencananya, dalam beberapa hari ke depan akan ada pengiriman alat kontrasepsi ke Kecamatan Ngronggot. “Distribusi tidak ada masalah,” ujar Alwiyah sembari menyebut persentase capaian KB tahun ini meningkat satu persen.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news