Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Keluarga Belum Berencana Lapor ke Polisi

21 November 2020, 14: 58: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Roti

Kasus Keracunan (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Kasus kematian Velga Febra Mahardika, 11, akibat keracunan roti kedaluwarsa, masih mengambang. Hingga kemarin pihak keluarga belum memutuskan apakah akan membawa kasus tersebut ke polisi atau tidak. Mereka masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel roti yang dikirim ke Dinkes Nganjuk. 

Muryani, 52, salah satu kerabat almarhum Velga mengatakan, sampel roti yang dikirim ke laboratorium Dinkes Nganjuk ternyata dikirim lagi ke laboratorium lain di luar Nganjuk. “Hasilnya masih menunggu sekitar dua minggu,” ujar pria tua itu sembari menyebut hingga kemarin siang pihak keluarga masih berkumpul di rumah duka.

Muryani menjelaskan, keluarga besar Velga sudah menyerahkan kasus tersebut kepada dirinya. Meski demikian, hingga kemarin dia belum memutuskan apakah akan melaporkan kasus keracunan roti kedaluwarsa itu ke polisi atau tidak.

Terkait kepastian langkah hukum yang akan diambil, Muryani mengaku masih menunggu hasil lab dari satu bungkus roti yang dibeli bersamaan pada Selasa (17/11) lalu. Pria berambut pendek itu menyebut masih terlalu dini untuk memutuskan tindak lanjut kasusnya. “Kalau lapor sekarang, barang buktinya apa? rotinya masih diuji lab dan hasilnya belum keluar,” lanjutnya.

Dikatakan Muryani, sebenarnya Rendi, ayah Velga, sempat mengutarakan niatnya yang tak ingin kematian anaknya menjadi ruwet. Karenanya, Rendi juga memilih menunggu hasil laboratorium lebih dulu.

Bagaimana dengan rencana musyawarah bersama pihak toko penjual roti? Muryani berujar, hingga kemarin sore masih belum ada pertemuan dari Muryani dengan pemilik toko. Karenanya, dia pun menunggu keputusan keluarga terkait hal itu.

Untuk diketahui, sejak kematian Velga pada Rabu (18/11) lalu pihak keluarga sudah berupaya membuka komunikasi dengan toko penjual roti kedaluwarsa tersebut. Meski demikian, hingga kemarin pembicaraan belum kunjung dilakukan.

Seperti diberitakan, Velga meninggal dunia sekitar pukul 10.30 Rabu lalu. Bocah yang duduk di bangku SD itu mengembuskan napas terakhirnya di RSI ‘Aisyiyah akibat keracunan roti kedaluwarsa.

Velga yang mengonsumsi roti pada Selasa sore selepas mengaji, langsung mengeluh mual beberapa jam berselang. Tidak hanya mual, Velga juga muntah-muntah. Bahkan, pada Rabu pagi mulutnya juga berbusa.

Kasus Keracunan Roti Kedaluwarsa:

-Pihak keluarga mengujikan mandiri sampel roti kedaluwarsa ke laboratorium

-Hasil uji diperkirakan baru akan keluar dua minggu ke depan

-Hasil uji laboratorium akan jadi dasar keluarga menentukan sikap

-Hingga kemarin sore masih belum ada pertemuan dengan toko yang menjual roti kedaluwarsa

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia