Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Dorong Masyarakat Perketat Prokes untuk Cegah Penularan Covid-19

21 November 2020, 14: 13: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

dinkes

TURUN LANGSUNG: Bupati Novi Rahman Hidhayat (kemeja kotak-kotak) mengecek pelaksanaan rapid test di Balai Kecamatan Pace. Pria yang juga menjadi ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nganjuk ini beberapa kali mengecek penanganan kasus korona. (Dokumen Radar Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

Pandemi Covid-19 jadi perhatian utama Dinas Kesehatan (Dinkes) Nganjuk. Apalagi, hingga minggu ini masih terjadi penambahan kasus di Kota Angin. Untuk memutus penularan Covid-19, dinkes mendorong masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk dr Achmad Noeroel Cholis mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan secara ketat merupakan satu-satunya cara untuk mencegah penularan korona. Apalagi, saat ini aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19. “Memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, hingga menjaga jarak di keramaian harus diterapkan agar tidak tertular korona,” ujar pria yang akrab disapa dr Cholis itu.

Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menurut Cholis menjadi “vaksin” agar mereka tidak terpapar virus yang berasal dari Wuhan, Cina tersebut. Karenanya, hingga November ini dinkes masih terus menggaungkan ajakan tentang penerapan protokol kesehatan secara ketat.

dinkes

AMBIL SAMPEL: Petugas mengambil sampel darah warga dalam tes cepat di Kecamatan Pace. (Dokumen Radar Nganjuk for radarkediri.id)

New normal atau adaptasi kebiasaan baru harus dibarengi dengan kedisiplinan yang tinggi. “Akhir tahun ini kami berharap Kabupaten Nganjuk bisa menjadi zona hijau. Hal itu tidak akan bisa tercapai tanpa partisipasi masyarakat. Terutama terkait kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan,” lanjutnya. 

Upaya penerapan protokol kesehatan yang ketat, menurut Cholis harus didukung oleh lintas sektor. Selain satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 di tingkat kabupaten, Cholis meminta satgas hingga di tingkat desa memaksimalkan pengawasan kepada warga.

Sementara itu, tidak hanya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, Cholis juga meminta agar masyarakat menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Perpaduan Germas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, jelas Cholis, akan jadi jalan bagi Kota Angin untuk lepas dari pandemi Covid-19.

Selain menggerakkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan, Cholis menjelaskan, saat ini dinkes juga tengah melakukan persiapan untuk pelaksanaan vaksinasi masal. “Vaksinnya dari pusat. Kami belum tahu datangnya kapan. Dinkes menyiapkan pelaksanaan, sarana prasarana dan tenaganya,” tutur pria yang juga plt direktur RSUD Kertosono itu.

Sesuai arahan dari pusat, Cholis menyebut, ke depan ada beberapa kelompok masyarakat yang akan menjalani vaksin Covid-19 di tahap awal. Yakni, tenaga kesehatan, TNI, polisi, dan aparatur sipil negara (ASN) yang memberi pelayanan langsung kepada masyarakat.

Selanjutnya, masyarakat luas juga akan divaksin setelah stok dari pusat datang. “Vaksinasinya kapan, kami belum tahu. Yang pasti, begitu ada instruksi dari pusat kami sudah siap,” tandasnya.

Sembari menunggu pelaksanaan vaksinasi, Cholis menegaskan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk tetap berjalan. Termasuk optimalisasi tracing atau pelacakan untuk memastikan penularan tidak meluas. Kontak erat pasien Covid-19 menurut Cholis akan di-rapid test dan dilakukan tes usap atau tes swab. “Stok alat untuk rapid test masih cukup,’ tegasnya.

Untuk diketahui, hingga Kamis (19/11) lalu total kasus Covid-19 sebanyak 686 orang. Sebanyak 575 orang di antaranya sudah sembuh atau sebesar 83,81 persen. Hingga Kamis lalu, hanya tinggal 42 pasien yang menjalani perawatan.

Terkait persentase kesembuhan Covid-19, Cholis mengapresiasi kinerja para tenaga kesehatan di Nganjuk. Sebab, angka kesembuhan di Kabupaten Nganjuk memang tinggi. “Kasus bertambah tetapi pasien yang sembuh juga bertambah. Tinggal kedisiplinan dan kekompakan masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang akan membuat Nganjuk jadi zona hijau,” urainya.

Penanganan Covid-19 di Nganjuk:

-Sejak April lalu total ada sekitar 68 ribu warga yang di-rapid test.

-Sebanyak 4.655 orang di antaranya menjalani tes usap atau swab tes

-Selain melakukan tracing atau pelacakan, dinkes juga menggencarkan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat

-Kedisiplinan penerapan protokol kesehatan akan membawa Kabupaten Nganjuk menuju zona hijau alias bebas Covid-19

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia