Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Sertifikasi untuk Daya Saing Peternak Kecil

21 November 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Sertifikasi untuk Daya Saing Peternak Kecil

Share this          

Semua perusahaan yang ingin bersaing, apalagi di pasar global, akan berusaha untuk mendapatkan sertifikasi ISO (International Organization for Standardization). ISO ini merupakan organisasi yang mengeluarkan standard untuk produk dan servis sehingga bisa dibandingkan di pasar. 

Semua itu bertujuan agar perusahaan bisa meningkatkan produktivitasnya dan menghasilkan produk dan servis yang aman, andal, dan berkualitas tinggi. Lebih dari 20 ribu standard sudah dikembangkan dan diterapkan di seluruh sektor mulai dari pangan, kesehatan, pertanian, hingga manufaktur. 

Bagi perusahaan yang menerapkan standardisasi ini tentu mendapatkan manfaat sangat besar. Mereka akan mampu terus memperbaiki kinerja dari sistem produksi, produktivitas pekerja, efisiensi biaya, dan semua aspek bisnis lainnya. Perusahaan juga bisa melihat apakah terjadi pembelajaran dan peningkatan kapasitas perusahaan yang pada akhirnya memperkuat daya saing di pasar.

Namun demikian, sampai kini hanya perusahaan besar dan mapan yang mengadopsi dan menerapkan standardisasi ini. Hal itu bisa dipahami karena standardisasi membutuhkan biaya mahal dan kompetensi tinggi untuk mencapainya. Lalu bagaimana dengan usaha-usaha kecil dan mikro yang terutama bergerak di sektor pertanian? Apakah bisa standardisasi seperti ini dilakukan dan apa manfaatnya? 

Kabar baiknya, IPB University sebenarnya sudah memulai gerakan ini. Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang dibangun oleh Prof Muladno (dosen fakultas peternakan IPB dan mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan) mempunyai ide yang sama dengan proses standardisasi ini. Komunitas peternak kecil dalam satu wilayah kecamatan dimotivasi untuk bekerja sama, membangun organisasi peternak dan belajar bersama dengan bimbingan para ahli dari IPB mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan. Mereka akan dinilai kemajuan belajar dan penerapannya dan bila berhasil diberikan sertifikasi kelulusan. 

Namun lulus dari proses belajar dengan IPB ini bukan akhir proses. Melainkan, langkah awal dari proses pembelajaran dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat mewujudkan usaha peternakan rakyat yang andal dan berdaya saing di pasar lokal, nasional dan ke depannya di pasar global. 

Perkumpulan Solidaritas Alumni SPR Indonesia (SASPRI) menjadi wadah penggodokan lanjutan setelah lulus dari IPB. SASPRI-K (Kawasan) dibangun di kecamatan di bawah koordinasi SASPRI-N (Nasional) di bawah kepemimpinan Prof Muladno. Ketika SPR lulus dan bergabung dengan SASPRI, mereka harus mempunyai komitmen dan tanggung jawab untuk berkembang dan bertumbuh secara berkelanjutan. Yaitu, bersedia disertifikasi untuk melihat kemajuan pertumbuhan usaha dan kematangan organisasi.

SASPRI-N yang dimotori oleh Nine Brain Connection (NBC) Team didukung oleh para ahli yang berpengalaman di bidang peternakan, pertanian, usaha kewiraswastaan, keuangan, tata kelola organisasi, manajemen dan lain-lain akan mengembangkan proses dan metoda sertifikasi yang andal, murah, objektif, dan kontekstual yang cocok bagi komunitas peternak kecil ini. 

Ada tiga dimensi atau kriteria yang dinilai untuk melihat perkembangan SASPRI-K. Pertama, perkembangan dan kematangan berorganisasi. Ini diukur dari kerapian manajemen dan administrasi sampai dengan tata kelola dan kepemimpinan organisasi, membangun integritas anggotanya, dan lain-lain.

Kedua, peningkatan kapasitas SASPRI-K dalam mengadopsi dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan. Kapasitas ini akan meningkatkan produktivitas usaha, keterampilan individu peternak, tumbuh kembang ternak yang sehat dan konsisten, dan lain-lain.

Ketiga, peningkatan kapasitas dan kompetensi usaha atau bisnis yang dikendalikan SASPRI-K. Ini mencakup strategi memasarkan produk secara profesional, membangun jaringan rantai pasok yang efisien, mengelola buku keuangan dengan akuntabel, keterampilan negosiasi bisnis, membangun hubungan dengan investor untuk usaha yang saling menguntungkan, dan lain-lain.

Ada empat kategori tumbuh kembang yang harus dilewati oleh semua SASPRI-K dalam berorganisasi. Apabila organisasi berkembang baik dan lancar serta dilakukan sertifikasi sesuai jadwal, maka dalam waktu delapan tahun, organisasi SASPRI-K ini akan meningkat kualitas capaiannya mulai dari tingkat Natalia, Weania, Prematura, dan tertinggi Matura yang diharapkan memiliki ukuran usaha yang cukup besar dan daya saing tinggi.

Memilih kriteria paling tepat yang benar-benar menggambarkan kesehatan organisasi adalah sangat penting. Namun, cara atau proses sertifikasi juga tidak kalah penting, kalau tidak boleh dikatakan lebih penting. Proses atau metodologi sertifikasi harus memberdayakan komunitas, membangun partisipasi dan rasa memiliki serta memberikan ruang untuk belajar bagi komunitas. Untuk mencapai tujuan ini, SASPRI-N mengembangkan proses sertifikasi yang unik di mana ada ruang partisipasi dan pembelajaran, namun tetap menerapkan pendekatan keahlian dan profesionalitas. 

SASPRI-K diberikan alat dan prosedur sertifikasi yang mudah dipahami agar mereka bisa melakukan penilaian sendiri atau mandiri (self-assessment). Hasil penilaian mandiri ini kemudian akan di-review oleh tiga atau empat orang yang masing-masing mewakili SASPRI-K lain untuk melihat objektivitas atau akurasi penilaian dan akuntabilitas proses penilaian. Dengan cara ini, maka akan terjadi bukan hanya pembelajaran di dalam komunitas, namun juga antarkomunitas. 

Langkah terakhir adalah proses penilaian oleh para ahli, bisa dari tim SASPRI-N atau pihak eksternal yang ditunjuk. Penilaian ahli tidak perlu dilakukan untuk semua kelompok dan kategori tumbuh kembang. Penilaian ahli akan diprioritaskan bila terjadi perbedaan nilai yang sangat jauh antara hasil penilaian mandiri dan penilaian oleh wakil SASPRI-K lain. Juga akan diprioritaskan bagi komunitas yang berdasarkan catatan kita (track record) perlu mendapat perhatian karena memiliki risiko tinggi.  

Di Kediri, SASPRI-K Ngadiluwih merupakan organisasi yang sangat potensial dan mengalami perkembangan usaha dan kematangan organisasi yang semakin baik. Bulan ini SASPRI merayakan hari ulang tahun kedua, dan Kediri dipilih sebagai lokasi perayaan. Ini untuk memberikan kesempatan SASPRI-K lainnya belajar dari perkembangan komunitas peternak rakyat Ngudi Rejeki di Ngadiluwih.

*) Trihadi Saptoadi, Pekerja Kemanusiaan dan Badan Pendiri SASPRI Nasional 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia