Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Lima Kamar, Tempat Tidur Lebih Banyak dari Wisma Atlet

Ruang Isolasi SDN Pelem II Siap Dihuni

21 November 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

BELUM RESMI BUKA: Beberapa warga menikmati suasana alam di Taman Depo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem meski sejatinya lokasinya masih belum dibuka karena zona oranye Covid-19.

BELUM RESMI BUKA: Beberapa warga menikmati suasana alam di Taman Depo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem meski sejatinya lokasinya masih belum dibuka karena zona oranye Covid-19. (HABIBAH A. MUKTIARA)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Pemkab Kediri terus mempersiapkan sarana dan prasarana untuk isolasi pasien Covid-19. Ini seiring dengan kasus positif yang masih meningkat. Kemarin saja jumlahnya mencapai 1.090 orang yang pernah dan masih terjangkit virus menular ini.  

Kesiapan tempat isolasi itu ada di SDN Pelem II, Kecamatan Pare. Di sana jumlah tempat tidur lebih banyak dibandingkan di Wisma Atlet Pare. Total ada lima ruangan di sekolah Jalan Dokter Sutomo, Desa Pelem itu. “Satu ruang ada 8 tempat tidur,” ujar Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib.

Fasilitas pendukung seperti dapur dan kamar mandi juga sudah disiapkan. Kamar mandinya baru saja direnovasi dan kondisinya sudah layak. Sejauh ini, kata Khotib di Wisma Atlet belum ada pengurangan pasien yang isolasi. Sehingga kondisinya tetap penuh. “Kalau di SDN Pelem II belum ada laporan pengisian (pasien OTG),” jelasnya.

Ke depan, Khotib menegaskan, GTPP akan fokus mengisolasi pasien tanpa gejala di tempat yang disediakan pemkab. Hal itu penting karena isolasi di tempat disediakan pemkab sangat efektif. “Pengawasan juga bisa lebih maksimal dan yang diisolasi tetap patuh protokol kesehatan. Karena kalau diisolasi bersama juga bisa memantau peningkatan kesehatan mereka secara berkala,” tambahnya.

Tak hanya itu, kewaspadaan terhadap klaster yang timbul dalam satu keluarga juga bisa dicegah. Sebab, rata-rata bila seorang pasien positif yang isolasi mandiri di rumah, maka keluarga lain yang dalam satu rumah itu juga akan tertular. 

Di Kota Kediri, kasus terkonfirmasi Covid-19 kembali bertambah. Data GTPP Covid-19 mencatat ada tiga kasus positif baru kemarin. Ini disampaikan Wali Kota Abdullah Abu Bakar melalui akun instagram pribadinya. Kasus positif itu tergolong klaster keluarga. “Perempuan berumur 9 tahun,” ujar orang nomor satu di pemkot tersebut.

Lebih lanjut, Abu mengatakan, pasien ini tinggal di Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren. Ia terpapar orang tuanya yang terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu. “Ia merupakan anak dari kasus ke-303. Kini yang bersangkutan isolasi mandiri di rumah,” imbuhnya.

Penambahan kedua juga perempuan berusia produktif. Kasus ke-338 itu berumur 27 tahun. Ia warga Kelurahan Bandarlor, Mojoroto. Yang bersangkutan juga tidak dirawat di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Kota Kediri. Ia isolasi mandiri di rumahnya.

Terakhir, merupakan perempuan 36 tahun yang beralamat di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren. Sama seperti kasus ke-338, kasus ke-340 ini masih didalami riwayatnya. “Yang bersangkutan kini dirawat di RS Kilisuci, Kota Kediri,” sambung pria yang hobi bersepeda tersebut.

Hingga kemarin, belum ada penambahan pasien sembuh. Jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, angka kesembuhan tercatat sama seperti sebelumnya. “Jumlah pasien sembuh masih 250 orang,” tandasnya. 

Sementara itu, meski belum resmi dibuka, warga sudah mendatangi salah satu taman di Kabupaten Kediri. Pintu pembatas yang biasanya tertutup, kemarin (20/11), terlihat terbuka. Tampak beberapa orang melakukan kegiatan di sana.

      “Hingga saat ini belum dibuka,” terang Kepala BPBD Slamet Turmudi yang juga sekretaris GTPP Covid-19. Selama berada di zona oranye, menurutnya, lokasi yang mengumpulkan banyak orang tidak bisa dibuka.

      “Terkait hal tersebut nanti saya tanyakan ke satpol PP dan dinas lingkungan hidup (DLH),” imbuhnya.

      Hari ini (21/11) dilakukan sosialisasi pengelolaan tempat wisata selama pandemi di Kampung Anggrek, Ngancar. Kegiatan tersebut untuk mengedukasi pengelola wisata agar patuh protokol kesehatan. (din/tar/ara/ndr) 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia