Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Karena Zaenap, Kera-Kera di Alas Simpenan Tak Kelaparan

Sisihkan Pisang yang Dijual di Warungnya

21 November 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KARENA CINTA : Zaenap ketika memberi pisang ke sejumlah kera ekor panjang di Cagar Alam Manggis Gadungan beberapa waktu lalu.

KARENA CINTA : Zaenap ketika memberi pisang ke sejumlah kera ekor panjang di Cagar Alam Manggis Gadungan beberapa waktu lalu. (MOCH. DIDIN SAPUTRO/JPRK)

Share this          

Boleh dibilang Zaenap adalah ‘penjaga’ Alas Simpenan di Desa Manggis, Kecamatan Puncu. Dia tidak pernah libur membuka warung di sana. Tujuannya mulia. Agar kawanan kera di salah satu cagar alam di Kediri itu tak kelaparan.

MOCH. DIDIN SAPUTRO, KABUPATEN, JP Radar Kediri

Cagar Alam Manggis Gadungan di Desa Manggis, Puncu sore itu (4/11) kondisinya sepi. Ketika Jawa Pos Radar Kediri mencoba mendekat ke pagar pembatas kawasan hutan konservasi, tak ada satupun kera ekor panjang yang keluar. “Sudah masuk semua,” celetuk seorang wanita memberikan informasi.

Wanita itu adalah pemilik salah satu warung yang ada di sekitar Alas Simpenan –nama familiar Cagar Alam Manggis Gadungan-. Namanya Zaenap atau biasa dipanggil Mak Nap. Perempuan parobaya itu menjelaskan di hari-hari biasa sangat minim pengunjung. Apalagi saat waktu sudah menginjak petang. Kondisi tersebut tak sama seperti ketika hari Sabtu atau Minggu. 

“Sabtu dan Minggu pasti ramai. Minggu lebih ramai lagi,” jelasnya.

Mak Nap sore itu sedang berkemas. Perempuan 50 tahun itu bersiap pulang. Namun sebelum meninggalkan Alas Simpenan sore itu, dia menyempatkan diri memberik makan buah pisang pada kawanan kera.  Sang suami yang memanggil kera-kera  ekor panjang tersebut yang saat itu berada di dalam hutan.

“Kalau dipanggil bapak (sang suami) pasti keluar. Tapi mereka (kera) takut sama bapak,” ujar perempuan asal Dusun Ringinbagus, Desa Manggis ini.

Puluhan monyet seketika keluar. Ada yang masih kecil. Ada juga yang badannya besar. Kata Mak Nap, jumlahnya ratusan. Kera-kera itu langsung menghampirinya.

Tak takut, mereka juga tak langsung menyerang. Menunggu Mak Nap melempar dan memberi pisang yang dibawanya dari warung. Di warung kecil itu memang menyediakan berbagai jenis pisang. Satu sisir dihargai Rp 5 ribu. Ada pisang kitiran, kapok dan rojobruntel

“Kalau tidak ada pengunjung yang datang, maka saya yang makani (memberi makan),” ujarnya. 

Itu juga menggunakan pisang yang dijualnya. Mak Nap mengaku, kasihan jika kawanan kera yang biasanya diberi makan pengunjung itu tak ada yang memberi pisang atau kacang.

Dia menyebut memang tak setiap hari ada pengunjung. Bahkan satu hari pernah tak satupun pengunjung yang datang. Termasuk selama pandemi Covid-19.

 “Tapi warung saya tetap buka setiap hari,” ujar pedagang yang sudah 5 tahun sudah berjualan di sana. 

Dia juga masih bertahan untuk tetap berjualan. Meski tak jarang kawanan kera datang ke warungnya untuk mengambil makanan yang dijual. Namun itu tak membuat Mak Nap jengkel pada kawanan kera tersebut. (baz) 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia