Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pedagang Dipindah ke Depan, Parkir Blok A Setonobetek Mulai Ditata

20 November 2020, 16: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

RAPI: Deretan sepeda motor yang berjajar di sisi barat bangunan blok A Pasar Setonobetek, berseberangan dengan lapak pindahan pedagang dari belakang (19/11).

RAPI: Deretan sepeda motor yang berjajar di sisi barat bangunan blok A Pasar Setonobetek, berseberangan dengan lapak pindahan pedagang dari belakang (19/11). (DEWI AYU NINGTYAS-jp radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri- Setelah rehab total pada 2018, lahan parkir di bangunan baru blok A Pasar Setonobetek mulai ditata. Ini dilakukan mulai 2 November lalu agar pengunjung lebih tertib. Kebetulan, sejak awal bulan ini para pedagang sayur, ikan, dan ayam yang sebelumnya menempati lapak-lapak di belakang dipindahkan ke depan. Sehingga, potensial membuat ruwet jika parkir pengunjungnya tidak diatur.

Shaenudin, koordinator Pasar Setonobetek, mengatakan, lahan parkir itu disediakan di sekeliling bangunan utama. Sisi barat dan timur untuk sepeda motor. Sedangkan mobil di sisi selatan. “Kalau yang depan (utara, Red) bisa untuk mobil dan motor,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di kantornya, kemarin (19/11).

Dia mengakui, selama ini memang belum ada penataan parkir setelah bangunan pasar di blok A selesai direhab pada 2018. Pertimbangannya, saat itu pengunjungnya masih sedikit. Banyak yang memilih memarkir kendaraan dan berbelanja di lapak-lapak pedagang di belakang, blok C dan D, yang belum direhab.

Akan tetapi, sejak pedagang di blok C dan D dipindahkan ke sekeliling blok A, penataan parkir mau tidak mau harus dilakukan. “Ini untuk mengantisipasi agar tidak semrawut. Soalnya, pengunjung yang semula belanja di belakang pasti akan pindah ke sini juga belanjanya,” jelas Shaenudin.  

Apalagi, lanjut dia, beberapa waktu lalu sempat ada pedagang yang terkena Covid-19. Jika parkir tidak ditata, potensi kerumunan akan tercipta. Pengunjung bisa untel-untelan. Tidak jaga jarak. Ini berpotensi menularkan virus.

Lebih jauh dijelaskan Shaenudin, setiap hari ada 15 petugas parkir yang bertugas. Mereka dibagi dalam tiga shift. Setiap shift delapan jam. Shift pertama, jam lima pagi sampai jam satu siang. Shift kedua, jam satu siang sampai jam sembilan malam. Shift ketiga, jam sembilan malam sampai jam lima pagi. “Jadi, setiap shift ada lima petugas,” jelasnya.

Lalu, berapa tarif parkirnya? Duan Maria, petugas tata usaha (TU) Pasar Setonobetek yang ditanya terpisah, menjawab, tetap sama. Untuk sepeda Rp 1.500, sepeda motor Rp 2 ribu, mobil Rp 5 ribu, dan truk Rp 6 ribu.  

Dalam sehari, katanya, total rata-rata ada 50 sepeda, 600-700 motor, dan 100-120 mobil yang parkir di sana. “Kalau truk hanya tiga sampai lima,” kata Duan. Itu bisa dihitung dari jumlah karcis retribusi parkir yang keluar.

Sejumlah pengunjung mengaku lebih nyaman parkir dan berbelanja di blok A. Sebab, lokasi parkirnya mepet dengan bangunan. Sehingga, begitu memarkir kendaraan bisa langsung menuju lapak pedagang yang dituju. Lingkungannya pun bersih.

Berbeda dengan di blok C dan D yang belum direnovasi. Dari parkiran, pengunjung masih harus berjalan agak jauh ke lapak-lapak pedagang yang ditujunya. “Nek sini kan langsung parkir, langsung beli,” aku Juni Aswan, 30, pengunjung asal Doko, Ngasem. Apalagi kini dia bisa merasa lebih aman karena ada petugas yang mengaturnya.

Sementara itu, Rusmiatun, penghuni blok A, mengaku, pemindahan pedagang blok C-D ke depan yang diikuti penataan parkir membawa dampak positif. Setidaknya, itu terbukti dari dagangannya yang mulai laku. “Seminggu terakhir ini, satu-dua selalu ada yang beli. Sebelum ini, kadang tidak ada yang beli sama sekali,” akunya. (c2/hid)

(rk/jpr/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia