Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Sekolah Daring Pukul Omzet Pedagang Pisang

20 November 2020, 16: 15: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MASIH BANYAK: Mahmud di lapaknya yang menjual pisang di Pasar Setonobetek, Kamis (19/11).

MASIH BANYAK: Mahmud di lapaknya yang menjual pisang di Pasar Setonobetek, Kamis (19/11). (WAHYU ARI YULIANTO-jp radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri- Belum dibukanya pembelajaran tatap muka membuat omzet pedagang pisang turun. Hal ini diprediksi masih terus terjadi seiring masih diterapkannya sekolah daring. Di sejumlah pedagang, omzet penjualannya turun hingga 80 persen. Jika sebelumnya mereka bisa mendapat Rp 450 ribu per hari, kini tinggal Rp 70 ribu sampai Rp 90 ribu per hari.  

Mahmud, pedagang pisang di Pasar Setonobetek, mengatakan, kini dia hanya bisa menjual lima sampai enam sisir sehari. “Padahal, sebelum pandemi, saya bisa menjual rata-rata 30 sisir per hari,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di lapaknya, kemarin (19/11).

Di lapaknya, jenis pisang paling laris adalah kepok. Pelanggannya mayoritas adalah pedagang gorengan. Mereka biasa menitipkan dagangannya ke sekolah-sekolah. Namun, sejak sekolah tidak boleh lagi melakukan pembelajaran tatap muka, para pedagang gorengan itu tidak lagi bisa menitipkan dagangannya.

Hal itulah yang membuat omzet gorengan mereka anjlok. Akibatnya, volume penjualan pisang di lapak Mahmud ikut terimbas. “Sejak pandemi, mereka hampir tidak pernah lagi kulakan pisang. Kalaupun ada, sangat sedikit,” ungkapnya.

Dengan harga per sisir Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu, rata-rata omzet sehari yang didapat Mahmud kini paling banter tinggal Rp 90 ribu. Padahal, sebelumnya dia bisa mendapat sampai Rp 450 ribu.

Sekarang, pembeli pisang di lapak Mahmud kebanyakan adalah kalangan rumah tangga. Untuk dikonsumsi sendiri. Bukan dijual. Karena itu, volume penjualannya tidak sebanyak dulu ketika para pedagang gorengan masih bisa berjualan ke sekolah-sekolah. “Sekarang, kalau ada hajatan baru naik penjualan. Bisa sampai sepuluh sisir sehari,” jelas Mahmud yang hampir seluruh rambutnya sudah memutih ini.

Selain menjual pisang kepok, Mahmud juga menjual pisang raja dan pisang ambon. Harga pisang raja mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per sisir. Sedangkan pisang ambon Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu. Akan tetapi, volume penjualan dua jenis pisang itu masih kalah dengan pisang kepok yang menjadi andalan di lapaknya. (c5/hid)

(rk/jpr/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia